Begin typing your search above and press return to search. Press Esc to cancel.

Welcome!

I am Khoiril Amri a Graphic Designer a Design Speaker

View Work Hire Me!

About Me

Graphic Design
Branding
Illustration
Who am i

Khoiril Amri

Freelance Graphic Designer

Fokus saya adalah untuk menciptakan solusi kepada klien melalui desain yang saya buat. Saya yakin dengan memberikan solusi adalah jalan terbaik untuk menciptakan brand yang bisa bersaing

Saya juga memberikan berbagai ilmu yang saya miliki di Blog saya, karena menurut saya semakin banyak berbagi maka kita juga akan mendapat lebih banyak ilmu lagi.

Services

Graphic Design

Bukan hanya tentang harga, tapi saya memberikan solusi desain

Social Media Design

Memiliki produk yang mau dipromosikan di media sosial? Saya bisa memberikan solusi desain untuk anda

Branding

Fokus Menciptakan brand yang kuat dengan proses yang matang

Illustration

Saya akan membuat illustrasi terbaik dan sesuai dengan kekuatan brand anda

Our Blog

Berkenalan dengan Logo baru Vektor Kades 2019

Halo!

Alhamdulillah, setelah berbagai macam proses yang dilalui, Desain logo Vektor Kades yang baru udah selesai.

Banyak sekali pertimbangan dan juga hal yang aku lakukan untuk mencari inspirasi desain logo baru ini.


Konsep logo ini muncul berawal dari pemikiran untuk kembali ke konsep awal dari desain itu sendiri yaitu, Seni. Dimana Seni identik dengan sebuah Kuas dan taraaaa jadilah logo ini (walaupun sebenarnya ga semudah itu sih munculnya haha).

Tentunya filosofi logo ini bukan saja tentang kuas, tapi juga ada konsep lain disana, terus simak nanti dibawah akan aku jelaskan yaa.

Logoku yang baru ini masih tetap menggunakan warna kuning sebagai warna dominan, Namun hitam adalah warna baru menggantikan warna coklat dari logo sebelumnya.

Sebelumnya aku juga membagikan secondary color yang akan menjadi warna alternatif yang juga akan sering digunakan untuk desain-desain dari brandku.



Seperti yang udah teman-teman perhatikan, bahwa logoku yang sebelumnya banyak mengundang kontroversial haha, mulai dari logo setan, pemuja setan, dajjal, dll yang aku tidak mau menulisnya satu-satu haha

intinya yaa begitu

Lalu, apa sih yang spesial dari logo vektor kades yang baru ini selain kuas yang udah sempat aku singgung diawal tadi?

Mari kita mulai


Logo berbentuk huruf “V” dan “K” kepanjangan dari“Vektor Kades”


Logo juga berbentuk roket mewakili tujuan masa depan vektor kades untuk bisa maju layaknya roket. Secara bersamaan logo juga berbentuk Kuas yang mewakili seni, dimana dunia desain adalah salah satu seni terapan.


Filosofi Logo

  • Logo berbentuk huruf “V” dan “K” berarti “Vektor Kades”
  • Logo juga berbentuk roket mewakili tujuan masa depan vektor kades untuk bisa maju layaknya roket
  • Secara bersamaan logo juga berbentuk Kuas yang mewakili seni, dimana dunia desain ada salah satu cabang dari seni
  • Logo miring 45 derajat mewakili percepatan yang ingin dilakukan agar tujuan yang diinginkan bisa dicapai lebih cepat dan baik
  • Logo dibentuk dengan Golden ration menggunakan teori “Cross section of human eyes” mewakili visual yang dihasilkan oleh Vektor Kades dalam setiap desainnya
  • LogoType menggunakan huruf font “Perfecly” yang dimodifikasi. Tampil dengan kuat dan dalam waktu bersamaan juga menyambut dengan ramah dengan karakter huruf yang kecil

Bagaimana teman-teman pendapat kalian? Bagikan dikolom komentar yaa

Cherio!

Kenapa Logo yang Murah akan Merugikan Merek Kamu?

Dalam berproses membuat logo, dituntut untuk melakukan berbagai hal yang pastinya cukup kompleks, apalagi ketika bicara soal melakukan riset tentang sebuah merek yang akan dibuat.



Terdapat juga berbagai pemahaman yang wajib diketahui sebelum melakukan desain logo. Seperti, bagaimana logo itu dapat menjadi simbol merek yang nantinya bisa mewakili wajah dari sebuah merek.

Walaupun terdapat banyak hal kompleks yang dilakukan, nyatanya masih ada saja yang ingin membuatnya lebih singkat dengan membuang hal-hal yang dianggap tidak penting.

Seperti tidak melakukan riset, tidak melakukan proses brainstorming, dll.

Cara jitunya hanya dengan memberikan nama dan bidang usaha dari sebuah merek, dan BOOM!! jadilah sebuah logo yang bisa langsung dipakai.

Tentu saja sebuah merek yang baik dan ingin bisa tetap eksis dengan desain yang konsisten harus bisa paham betul kebutuhan desain yang harus mereka miliki

Pastinya, kita tidak mau membuat desain logo yang sudah dibuat berakhir di kotak sampah.

Bisa kita lihat banyak sekali bukti yang nyata disekitar kita, bagaimana sebuah logo yang "Tanpa Riset" dan "Pemahaman" yang mendalam bisa saja akan tersingkir karena tidak adanya penyesuaikan dan perencanaan yang matang.

Sebagai desainer grafis, ada nilai moral yang sangat dipegang. Walau pada kenyataannya sering terjadi kontra dengan dunia nyata yang sebenarnya

Inilah 5 Alasan kenapa sebuah logo yang murah dapat merugikan sebuah merek

1. Hak Cipta


Sebuah logo yang tanpa riset akan sangat rentan dengan hak cipta, karena bisa saja akan terjadi kesamaan bentuk, warna, dll.

Tentu kita tidak mau apabila logo yang kita pakai malah terkena hak cipta bukan?

Jika telah melakukan riset, desainer grafis tentunya akan bisa mengetahui Bagaimana kompetitor maupun merek lain diluar bidang usaha yang dilakukan.

2. Logo Murah tidak akan berkembang


Logo yang dibuat dengan "Murah" dan tanpa di desain dengan baik tidak akan membuat sebuah merek menjadi berkembang lebih maju.

Kenapa?

Karena Logo yang murah akan dibuat tanpa memikirkan pengaplikasian dari sebuah logo tersebut. Tentunya merek yang baik harus berpikir penuh tentang masa depan usahannya.

apabila logo yang secara visual sebagai simbol tidak dipersiapkan dengan baik, maka akan rentan untuk terjadi inkonsistensi.

3. Membayar lagi


Walau sebenarnya diawal terlihat sebuah logo murah akan bisa menjadi solusi yang tepat, Namun pada kenyataannya akan membuat merek harus mengeluarkan biaya lebih mahal lagi

Kenapa?

Karena logo yang murah bisa saja tidak menyertakan file-file atau membuat logo yang konsisten.

Pada akhirnya sebuah merek harus mengeluarkan biaya lagi untuk membuat sebuah desain logo baru yang lebih baik dari sebelumnya.

4. Sulit diingat


Setelah sebuah merek mengeluarkan biaya lebih akhirnya melakukan desain ulang, dan ujungnya akan membuat pelanggan bingung dengan merek tersebut.

Logo yang murah pun bisa saja akan terasa mirip dengan logo lainnya, sehingga nilai keunikan logo dan daya ingat pelanggan akan berkurang.

Kesimpulan

"Logo yang baik tentu harus dipersiapkan dengan baik pula" @vektorkades

Jadi, pada kenyataannya sebuah merek harus dengan sangat baik mempersiapkan logo yang akan mereka gunakan.

Karena, logo tersebut haruslah cukup bertahan lama dan bisa selalu konsisten mengikuti zaman tanpa mengubah elemen utamanya.

"Desainer Grafis Menciptakan nilai" @vektorkades
Simak Tulisanku tentang desain grafis lainnya disini
TIPS DESAIN GRAFIS

Tren Warna Desain Grafis 2019

Warna Tahun 2019 Jatuh kepada…


Tahun 2018 akan segera berakhir dan akan disambut oleh tahun 2019, Setiap tahunnya akan selalu mulai bermunculan tren-tren warna yang akan selalu menarik perhatian para desainer untuk bisa mengembangkan dan menambah pengetahunnya.

2019 akan menjadi cerah bersama dengan warna-warna yang bermunculan selama beberapa bulan terakhir, banyak warna yang semakin berani  dan seolah memberikan penegasan sebuah brand untuk bisa mencuri perhatian pasar.

Warna tentu menjadi salah satu unsur penting bagi sebuah produk dan desain karena memiliki fungsi sebagai identitas.

Dengan warna, orang-orang dapat mengenali sebuah produk dan brand.

Setiap warna juga memiliki karakter dan maknanya masing-masing, sehingga kemampuan dalam memahami warna sangat penting dimiliki oleh desainer grafis.

Itulah kenapa, seorang desainer grafis butuh cukup waktu yang banyak ketika ingin membuat sebuah branding perusahaan. Karena semuanya harus dapat mewakili perusahaan yang ia kerjakan.

Pantone adalah sebuah perusahaan yang menyediakan sistem panduan warna baku yang digunakan dalam berbagai industri. Terutama yang berhubungan dalam produksi cat warna, kain, dan plastik.

Baru-baru ini Pantone mengeluarkan Tren warna 2019 di situs resmi mereka.

Tren warna 2019 jatuh kepala…. (Efek suara Drum)

Jatuh kepada “Living Coral”

Sebuah warna yang berani dan penuh energi.

Dilihat dari pilihan Pantone, palet warna yang menanti kita di tahun 2019 tidak berisiko membosankan, karena warna “Living Coral” sangat lucu, menyenangkan, serta optimis, memberikan perasaan musim panas yang khas.

“Living Coral adalah warna yang menjiwai dan menegaskan hidup dengan sentuhan emas yang memberikan energi dan dalam waktu yang sama sangat terasa lembut”. – Pantone



Cukup berbeda sedikit dengan prediksi tren saat ini yang begitu sangat kuat. Living Coral memberikan kesan kuat dan lembut dalam waktu yang sama.

Sebuah perpaduan yang cocok untuk bisa memberikan keseimbangan.

Warnanya membangkitkan dunia laut tropis dan terumpu karang yang penuh warna, penuh kehidupan dan energi

Ketidakpastian dan perubahan, akan membuat warna ini dibutuhkan karena semua orang ingin merasa hidup dan merasa nyaman serta memberikan energi.

“Dengan keinginan konsumen akan interaksi manusia dan koneksi social, kualitas yang memanusiakan dan membesarkan hati yang ditampilkan oleh Living Coral akan sangat ramah dan responsif” - Leatrice Eiseman – Direktur Eksekutif Pantone Color Institute

Kira-kira bagaimana yaa tren warna ini bicara di 2019? Bagikan pendapatmu di kolom komentar dibawah

Cherio!

Kenapa Kita butuh Brand Visual?

Halo sahabat kades bertemu lagi dengan mas kades alias mas khoiril amri dengan artikel-artikel yang tentunya sangat menginpirasi bagi sekalian manusia di dunia (eaaa)

Sebagai orang yang sering mendengar kata "Brand", kita tentu saja sudah benar-benar akrab dengan hal ini. Tak dipungkiri bahwa brand sering menjadi hal yang kebanyakan orang anggap begitu penting.


Hingga muncul istilah seperti "Branding" dan "Rebranding". Tapi, aku tidak akan menjelaskan tentang kedua hal ini. Silahkan teman-teman lihat artikelku yang sebelumnya membahas tentang Brand dengan contoh yang mudah dimengerti.

Artikel kali ini bisa dibilang menjadi lanjutan dari artikel sebelumnya. karena aku sendiri berpikir, apa sih pentingnya sebuah brand visual? lalu kenapa kita butuh brand visual?

Baca juga :



Pekembangan Teknologi saat ini, Brand visual jika tidak kita bentuk dan hanya mengandalkan dari hal yang konvensional tentu saja akan terjadi ketimpangan.

Apabila brand visual telah berhasil dibentuk dengan sedemikian rupa maka pasar akan secara perlahan membentuk brand melalui apa yang telah kita lakukan.

Berikut beberapa alasannya

Brand Membuat kita Menonjol dari Kompetitor


Photo by Robert F. on Unsplash

Memiliki brand yang kuat akan sangat menguntungkan untuk dapat memenangkan pasar dan dapat menonjol dari kompetitor. Bisa kita katakan brand yang kuat akan dapat lebih mudah dipercaya oleh pasar dibanding Brand baru yang notabenenya belum memiliki nama.

Namun, brand baru pun memiliki kesempatan yang sama untuk dapat bersaing dengan membentuk brand visual yang kuat agar dapat memenangkan pasar.

Ketika brand baru maupun lama saling bersaing melalui visual maka kompetisi bukan hanya tentang marketing maupun kualitas produk melainkan bagaimana caranya sebuah visual brand dapat mempengaruhi audiens dan konsistensi yang dimiliki.

Meningkatkan Nilai Penawaran


Hasil gambar untuk value

Ada banyak alasan orang-orang membeli sebuah produk, selain dari hal kualitas dan nama. Tampilan visual akan sangat benar-benar bisa meningkatkan nilai penawaran sebuah produk.

Produk yang dikemas dengan baik akan dapat memenangkan pasa seperti poin diatas, dapat jugo memberikan kesan alam bawah sadar bagi banyak orang.

Setiap brand wajib memiliki sebuah brand visual yang dapat membedakan mereka dan meningkatkan pengaruh psikologi melalui visual yang ditampilkan. Produk yang dikemas dengan rapi akan sangat menarik secara tidak sadar akan menarik perhatian orang-orang.

Bahkan lucunya, kita sudah tau ada brand mie instan yang harganya bisa dibilang terjangkau ada juga yang harganya selangit.

Lalu, apakah harga selangit tidak laku? Tentu saja tetap laku. Karena mereka sudah membuat sebuah brand visual yang memberikan kesan mewah dan akan secara bawah sadar mempengaruhi orang-orang.

Baca Juga :



Terjalinnya interaksi dengan pengguna


Hasil gambar untuk using smartphone

Mungkin bahasa sederhananya adalah "Loyalitas" pengguna. Berapa banyak sebuah brand memiliki loyalitas pengguna dengan basis yang besar. Tentu kita sudah dapat menyebutkan begitu banyak merek.

Selain kualitas, mereka mampu membangun brand visualnya dengan sangat apik dan konsisten. Ambil contoh makanan cepat saji (KFC) dimana-mana kita akan selalu bertemu dengan brand visual yang mereka miliki adalah merah dengan ciri khas kakek-kaket berjenggot. tidak mungkin kita bertemu dengan KFC berwarna biru atau hijau. kalo pun ada kita sudah bisa menebak

Ketika sebuah brand baru yang meniru-niru mereka dengan sedikit mengganti warna, desain, konsistensi dan konsepnya maka sebuah brand baru ini akan berbeda.

apa yang membedakan? Iya, Brand Visual mereka.

Brand Visual yang baik mencerminkan produk

Hasil gambar untuk product package

Ketika dipertemukan dengan 2 produk dengan desain yang sangat menarik namun ternyata ada salah satunya warna yang kita sukai, pasti kita akan cenderung memilih warna yang kita sukai.

Ya, simpel kan?

Brand visual akan begitu mudah mencerminkan produk yang dimiliki. Desain yang sulit dimengerti dan penggunaan elemen visual yang tidak berpedoman dengan prinsip-prinsip desain akan terlihat aneh dan seringkali membingungkan pelanggan.

-------

Kesimpulan

Maka, betapa perlunya sebuah brand visual dapat mempengaruhi brand yang dimiliki. apalagi pekembangan marketing yang menuntut untuk melakukan promosi lebih efektif dengan visual yang menarik pelanggan.

Pada akhirnya, Brand visual yang dibangun akan sangat membantu produk dapat berkembang dan memenangkan kompetisi.

Terima kasih!
Cherio!

Apa itu Brand? Mari kita Bahas

Halo sahabat kades bertemu lagi dengan mas kades alias mas khoiril amri dengan artikel-artikel desainnya yang pasti bikin kalian semakin bersemangat dalam berproses desain (eaaa)

Di dunia saat ini, sudah sering bukan kita bertemu berbagai macam brand lokal maupun internasional dengan keunikan dan kekhasan yang mereka miliki. Persaingan setiap brand sungguh luar biasa hingga betapa dibutuhkannya seorang desainer grafis untuk dapat membangun brand visual.


Brand Hidup dalam ruang bawah sadar manusia

Ada orang yang membeli sebuah produk dengan label sebuah brand ternama akan rela membeli  harga yang luar biasa "mahal" walau hanya kaos oblong. Lalu ada yang bilang "bukan cuma mahal saja, tapi dari kualitas kaosnya juga"

Semua sah-sah saja, karena sebuah brand sudah terbangun dari awal sehingga tercipta kesan seperti kasus diatas. Orang akan secara bawah sadar merasa kualitas brand yang telah mereka kenal lebih dapat mereka percaya dibanding brand baru yang masih belum jelas kualitasnya dan namanya.

Aku juga memiliki berbagai brand yang aku percaya dan hingga kini enggan untuk bepindah karena sudah merasa nyaman dari segi pengalaman maupun dari hasil akhir produk.

"Singkatnya, merek Anda adalah seperangkat persepsi yang dimiliki orang tentang sesuatu, orang, organisasi, perusahaan, negara, planet dan yang lebih besar lagi. Ini adalah ekspresi emosional yang dikuratori dengan cermat dari nilai yang hidup dalam hati dan pikiran orang."

"Pencitraan merek adalah serangkaian tindakan yang diambil untuk mengembangkan sebuah merek. Ketika dilakukan dengan benar, branding menjadi simfoni desain, bahasa dan pengalaman yang indah, semua bergabung untuk menumbuhkan perasaan yang sangat spesifik."

Apple, bisa dibilang salah satu merek yang sukses membuat orang bangga kepadanya hanya dengan melihat logo "Apple" menempel disetiap lini kehidupannya.

Siapa sih yang tidak merasa bangga membawa kemana-mana produk berlogo apple ini? Apalagi desainer grafis yang bisa dibilang nilai "jual dirinya" akan lebih besar ketika memegang produk ini dihadapan klien.

"Orang-orang berbicara tentang teknologi, tetapi Apple adalah perusahaan pemasaran," kata John Sculley, CEO Apple, kepada koran Guardian pada tahun 1997.

"Ini adalah perusahaan pemasaran dekade ini." Tidak ada yang mengerti ini lebih dari Steve Jobs, yang membawa Apple kembali dari jurang kehancuran pada 1990-an, dengan meremajakan merek melalui serangkaian perubahan gaya, pesan aspiratif dan iklan yang efisien.

Lebih dari segalanya, Jobs mengerti bahwa keunggulan dari strategi merek yang baik termasuk kekompakan , konsistensi dan kejelasan . Menciptakan koneksi psikologis yang kuat di pelanggan. Pengguna tahu apa yang diharapkan ketika mereka menggunakan produk dan perangkat lunak Apple.


Jika kita bicara brand, sangat penting kita harus tahu pengertian dan memahami brand itu sendiri.

Cerita awal kenapa artikel ini muncul karena sering bermunculan kata "brand atau merek" ditengah-tengah masyarakat. Secara perspektif desainer tentunya kita sudah paham betul apa itu brand.

jadi buat apa dibahas lagi?

Aku sering bertemu dengan berbagai macam kasus yang bisa dibilang menyamakan brand dan logo adalah suatu hal yang sama, logo diibaratkan sebagai hal paling penting bagi sebuah brand.

Yaa, tidak ada salahnya juga sih karena logo memang adalah salah satu elemen dari sebuah brand. Namun, menyamaratakan Logo dan brand dengan satu kelas menurutku adalah hal yang salah.

Kok gitu?

Aku akan memberikan sebuah ilustrasi logo dan brand


Jeff bezos CEO Amazon.com mengatakan,

"Brand adalah apa yang orang-orang katakan tentang anda ketika anda sedang tidak bersama mereka"

tentu dari ilustrasi saja, kita dapat secara langsung paham apa itu logo dan brand. Jadi, kita harus paham betul dan menghindari kesalahan persepsi.

Aku tidak menyalahkan orang-orang yang salah, tapi bagi orang yang sudah paham tapi masih salah itu yang agaknya membuatku bingung.

Bisa juga kita ambil dari kata-kata Jeff Bezos, bahwa brand itu apa yang orang-orang pikirkan. Brand itu melekat dibenak orang-orang terhadap sesuatu.

Kesimpulan

Jadi secara garis besar

"Brand adalah apa yang orang-orang pikirkan, rasakan, kesan, persepsi orang terhadap sesuatu melalui alam bawah sadar" @vektorkades

Brand sendiri bisa Brand personal, Brand Kelompok, Brand Organisasi, Hingga brand perusahaan. Terlepas dari itu perlu adanya usaha untuk membangun brand.

Salah satunya yaitu membuat pencitraan brand seperti yang sempat aku bahas diatas. Pencitraan brand seperti logo, kartu nama, letterhead, dll adalah salah satunya. Desainer grafis tentu memiliki kemampuan untuk membangun pencitraan brand ini.

Desainer grafis paham betul bagaimana bisa bersaing dan dapat memecahkan masalah citra sebuah perusahaan.

Tentu saja, dengan tuntutan dunia saat ini yang harus memunculkan keunikan kekuatan brand menjadi faktor penting untuk memenangkan pasar. Jadi, kita tidak heran bukan? Apple dengan harga selangit selalu membuat pecintanya rela membeli.

Yaa, mereka sudah punya brand yang kuat.

Silahkan berkomentar dan bagikan kepada khalayak luas.

Ingin menjadi Desainer Grafis? Ini yang aku lakukan Pertama kali



Halo Sahabat kades bertemu lagi dengan mas kades alias mas khoiril amri dengan artikel-artikelnya yang inshallah berfaedah untuk sekalian umat manusia haha

Seperti biasa blog vektor kades aku isi dengan berbagai hal seperti ocehan yang berisikan berbagai hal yang membuatku gelisah atau hanya sekedar berbagi pendapat tentang hobi-hobiku diluar dunia desain grafis.

Kemudian juga aku sering berbagi tips-tips desain yang tentu menjadi bumbu paling sedap di blog vektor kades ini. Aku sebelumnya berterima kasih kepada kalian yang sudah berkunjung, berkomentar dan mendukung blogku ini.


Jadi ceritanya, aku tadi lagi menikmati lagu klasik dan merasakan sebuah ide muncul. walah!! aku pun bertanya-tanya kepada diri sendiri,

"apa sih yang aku lakukan pertama kali sebelum memutuskan untuk menjadi desainer grafis?"

Pertanyaan itu pun akhirnya menjadi alasanku membuat artikel ini dan yaa semoga saja bisa menyegarkan ingatanku setelah mulai mengenal desain grafis sejak di bangku kuliah semester 3 (bisa dibilang ini udah telat banget haha)

Tapi seperti kata pepatah

"Tak ada kata terlambat untuk belajar"

Jujur saja, aku bukan termasuk orang yang paham betul soal bagaimana menggunakan warna, menggambar di kertas, memiliki ide-ide yang luar biasa nan eksentrik bahkand desain grafis sekalipun. Tapi aku rasa semua hal itu tidak menjadi alasan untuk berhenti, toh itu bisa dipelajari dengan dedikasi yang tinggi

Melakukan beberapa hal yang akan aku ceritakan dibawah setidaknya bisa mengubah diriku secara pribadi untuk bergerak selangkah demi selangkah

Berikut adalah beberapa hal yang aku (ingat) saat pertama kali mengatakan kepada diri sendiri untuk menjadi desainer grafis.

Baca Juga :



Cerita Awal

Jadi, seperti yang aku sempat katakan diatas bahwa aku mengenal dunia desain grafis saat masuk di bangku kuliah semester 3 (Padahal masuk jurusan DKV dari semester 1 haha)

aku masih ingat kata-kata dari dosenku saat itu (By the way, dosen ini mengajar Sejarah Seni dan Desain grafis)

"Jadi, Desain grafis ini sebenarnya sudah ada sejak zaman goa, saat ini, dan masa depan"

Sebuah kata-kata yang sangat membekas hingga sekarang dibenakku dan tidak dapat aku lupakan betapa kata-kata itu mengubahku secara mindset dan perilaku. jadi, jangan heran motivator-motivator dapat mempengaruhi kita hanya lewat kata-kata

Setelah kejadian kata-kata dari dosenku ini, aku sudah alam bawah sadar seolah ingin mengetahui lebih dan lebih soal desain grafis karena yakin bahwa profesi inilah yang aku cari dan akan bisa eksis dalam waktu yang lama.

Lalu, aku berhasil mengumpulkan beberapa ingatan-ingatan tentang apa saja yang aku lakukan pertama kali atau istilahnya langkah awalku untuk menjadi desainer grafis

1. Bertanya dan bertanya


Menjadi seorang yang sering bertanya akan lebih mudah dibanding orang yang selalu ditanya, karena sifatnya adalah kita mendapatkan jawaban dari yang kita tanyakan, kebalikannya jika kita ditanya maka kita membagikan kepada orang-orang.

"Malu bertanya, sesat dijalan"

Sebuah pepatah yang mungkin berlaku hingga sekarang dan untuk sebagian banyak orang bahwa bertanya bukan suatu hal yang memalukan, melainkan sebuah kebiasaan agar mendapatkan informasi.

Tanyakan semua yang tidak kita ketahui kepada orang yang paham dibidangnya, aku yakin kita akan bisa terus berkembang dengan bertanya

2. Mengikuti Medsos


Hasil gambar untuk Social media
Yaa, ini menjadi sebuah kebiasaan yang cukup lama aku lakukan. Selalu mengikuti medsos orang-orang yang menurutku memiliki karya dan kualitas yang harus aku lompati. Sejak saat itu juga aku mulai berhenti mengikuti akun-akun yang sekiranya tidak bermanfaat untuk dapat mengembangkan keahlianku.

Dengan setiap hari kita mengkonsumsi karya-karya yang memang secara pribadi kita suka akan memberikan efek positif didalam selera desain kita. Semakin sering kita melihat desain yang bagus dan memberikan solusi semakin besar kita juga akan berkembang.

3. Latihan dan Belajar


Close-up of Woman Working
"Practice makes perfect"

Sejauh pengetahuanku, belum ada yang bisa membantah bahwa dengan latihan secara konsisten kita akan mendapatkan hasil yang maksimal. Aku secara pribadi bisa dibilang keterlaluan dalam hal latihan, sebagai contohnya, aku sering diomeli oleh orang tua karena sering tidur malam.

Tentu sudah bisa ditebak, aku sedang penasaran dengan sebuah software dan artikel-artikel tentang desain yang sangat sayang untuk aku lewatkan walau hari sudah malam.

"Latihan dan belajar menjadi sebuah sepatu yang saling melangkah tanpa saling meninggalkan satu sama lain" @vektorkades


4. Penasaran


A boy touches the tear of a piece of cloth where light is coming in.
"Rasa penasaran yang besar adalah karunia yang sangat luar biasa diberikan tuhan kepada kita, rasa penasaran yang setiap saat mengganggu manusia membuat peradaban kita bergerak seperti saat ini" @vektorkades
Diberikan rasa penasaran yang besar membuatku ketika berhadapat dengan sebuah desain yang baru saja aku lihat namun aku tidak tahu cara membuatnya akan langsung aku cari tahu. Internet menjadi sebuah wadah yang setiap saat hadir bagi kita.

Jadi, aku rasa era saat ini semuanya ada di google. kalaupun memang tidak mendapatkan jawaban seperti poin pertama yaitu bertanya kepada ahlinya entah secara langsung atau online.

Aku masih ingat pertama kali melihat sebuah karya dari patrick seymor style yang karyanya sudah pernah dipakai untuk loading Adobe Illustrator. Karena penasaran aku pun langsung mencari-cari referensi dan apakah bisa dilakukan.

Setelah melakukan berbagai hal, aku pun akhirnya merealisasikannya dengan sebuah video yang aku upload



Aku ingat ketika pertama kali belajar dasar-dasar desain dari kampus dan merasa masih kurang itu merupakan salah satu bentuk penasaran (atau rasa kurang) yang aku alami

5. Jiplak



Eitts, tunggu dulu haha jangan langsung berpikiran hak cipta, hukum, dan hal-hal lainnya yaa. Karena disini aku sering menjiplak untuk mengetahui bagaimana sebuah karya dibentuk. Hal ini yang aku lakukan karena terkadang kita memiliki kendala dalam membuat sebuah bentuk.

Jiplak menjadi hal yang sering aku lakukan. Tapi ingat, jangan kita upload dan kita akui bahwa itu adalah karya kita.

6. Proyek Khayalan



Ketika tidak ada kerjaan, tidak ada kegiatan, bahkan sedang nganggur aku sering membuat berbagai proyek khayalan. Seperti membayangkan klien dari bidang ini, ingin membuat ini, dan membuatnya seolah-olah memang ada hingga membuat deadline dan konsepnya.

Ada banyak manfaat ketika kita melakukan proyek khayalan, yaitu bisa terus memacu kita dapat menyelesaikan sesuatu ketika sedang tidak mengerjakan apapun. Selain produktif kita bisa mendapatkan pengalaman yang menurutku menarik.

Kesimpulan

Sangat penting untuk sebuah langkah awal, dan kita akan sangat mudah sekali dipengaruhi oleh lingkungan dan betapa berpengarunya sebuah kata-kata dosenku tadi hingga mengubahku hingga saat ini.

Tetap selalu kita ingat, mungkin setiap perjalan hidup setiap orang akan berbeda dan mereka memiliki zona waktu masing-masing.

"Desainer grafis adalah sebuah pekerjaan yang berulang dan memerlukan sebuah ide-ide segar agar terhindari dari kebosanan" @vektorkades
Silahkan berkomentar dan berbagi cerita di kolom komentar
Terima kasih dan Sampai Jumpa!!

4 Hal ini harus kamu Hindari Ketika Membangun Portfolio

Halo sahabat kades, bertemu lagi dengan mas kades alias mas khoiril amri dengan artikel-artikelnya yang super-super menginspirasi banyak orang (wuadawww)

Seperti pada umumnya dan sudah menjadi hal biasa, Portfolio atau kumpulan-kumpulan karya yang dimiliki oleh desainer dapat dijadikan sebagai nilai jual atau value bagi desainer grafis.

Baca Juga :


Dengan portfolio, seseorang yang ingin menggunakan jasa seorang desainer grafis akan paham dan mengetahui bagaimana sebenarnya orang dibalik karya-karya luar biasa yang terpampang.


Tentu saja, jika desainer grafis ingin "menjual diri" maka ia harus dapat mempresentasikan dan juga memamerkan karya-karya yang ia miliki untuk bisa menarik perhatian orang-orang.

Aku secara pribadi, sudah sekitar 1 tahun (mungkin kurang mungkin lebih) membangun portfolio dengan serius di Instagram, dan Dribbble. Tentu, sebuah awal yang sangat membosankan dan rawan untuk malas. Entah malas untuk berkarya atau malas hanya untuk sekedar upload dan memberikan caption.

Tapi, dengan perjuangan melawan diri sendiri dan memaksakan diri untuk bisa konsisten dan membangun sebuah portfolio online. Akhirnya, Semuanya berbuah hasil dengan berdatangan orang-orang yang tertarik dengan keahlian yang aku miliki.

Bahkan banyak hal yang tak aku sangka-sangka sebelumnya seperti orang Georgia, Amerika, dan beberapa negara-negara di Asia dapat menemukanku di kedua portfolio online ini.

Tapi, aku tidak akan sama sekali membahas tentang pengalamanku mungkin artikel berikutnya akan aku coba bagikan.

Sahabat kades tentunya sudah bisa sedikit mendapatkan gambaran bagaimana kekuatan portfolio itu berdasarkan pengalamanku. aku ada beberapa catatan 4 hal yang harus kita hindari ketika membangun portfolio

1. Hentikan omong kosong diawal



Berhenti menuliskan hal-hal yang tidak berguna dan terlalu membanggakan diri. Cukup tuliskan bagaimana diri kita secara singkat dan berikan kesempatan orang yang ingin melihat portfolio kita melangkah ke halaman berikutnya.

2. Menunjukkan karya yang terlalu banyak



Yak, ada benarnya kita harus menunjukkan semua skill yang kita miliki (jika bisa hingga 100 halaman).

"JANGAN"

Hanya Tunjukan karya terbaik, jelaskan dengan konsep dan proses yang kita hadapi ketika menyelesaikan proyek tersebut.

"Mereka tidak peduli dengan banyaknya karyamu, tapi mereka peduli dengan relevansi karyamu dengan proyek mereka" @vektorkades

Proses kita dalam mendesain adalah aspek paling penting dalam menciptakan portofolio.  Menganalisis pekerjaan kita dan dengan serius. menghapus proyek dari portofolio kita yang tak terlalu baik memang cukup menyakitkan.

tetapi juga cara terbaik untuk tumbuh sebagai seorang desainer. Kita sama seperti editor dan kurator karena kita adalah desainer.

Baca Juga :



3. Menyembunyikan jati diri



Seperi yang aku sempat tuliskan diatas, jangan sampai kita menyembunyikan diri kita sebagai desainer grafis yang menjadi pelaku problem solver. harus selalu kita ingat kita memberikan ide, konsep, dan pemikiran dari sebuah proyek.

Bagaimana bisa proyek hanya berjalan, berjalan, dan berjalan sendirian tanpa fondasi yang dimiliki oleh desainer yang membuatnya. Jelaskan semuanya dengan baik dan berikan edukasi terselebung melalui karya yang dibuat.

4. Jangan jadikan Portfolio taman bermain



Sebagai problem solver apakah kita harus melepaskan diri dari yang namanya audiens atau orang yang melihat? Masalah datang dari orang-orang dan tugas kita menyelesaikan hal itu. Bagaimana bisa kita membangun portfolio tanpa memikirkan orang yang melihat?

Jangan jadikan portfolio kita sebagai taman bermain yang bisa kita eksperimen sesuka hati. Bayangkan orang yang melihat, bagaimana perasaan mereka dan apakah dengan begitu mereka akan tertarik dengan karya-karya kita?

Baca Juga :



Kesimpulan

Pikirkan portfolio kita itu layaknya dinding-dinding kosong di museum yang berisikan maha karya terbaik yang kita miliki, orang-orang tidak kesulitan untuk melihat dan langsung bisa menyaksikan karya-karya.

memang tidak mudah untuk membangun portfolio yang luar biasa dan dapat menarik pelanggan yang mau mengambil keahlian kita, tapi yakin dengan usaha dan tentunya poin-poin diatas bisa menjadi hal yang harus kita hindari dalam membangun portfolio.

Bagaimana menurut kalian? ada tambahan?

Menjadi Desainer Grafis tanpa sekolah Desain? Emang Bisa?

Halo Sahabat kades bertemu lagi dengan mas kades alias mas khoiril amri dengan artikel-artikelnya yang tentunya selalu menginspirasi (pede bener haha).

Seperti biasa aku selalu membuka artikel yang aku tulis dengan ucapan diatas, alasannya yaa biar asik aja gitu haha.


Pada hari ini, aku akan sedikit berbagi pendapat dan pandanganku tentang penting atau tidak sekolah desain itu untuk orang yang ingin menjadi desainer grafis tentunya.

Tentu, pemikiran akan langsung bercabang-cabang dan kalian pasti sudah mulai menerka-nerka apakah memang penting tapi eh banyak juga orang yang sukses tanpa ada latar belakang sekolah desain.

Aku secara pribadi adalah orang yang lulus dari Sekolah desain tepatnya jurusan Desain Komunikasi visual. Jadi, secara garis besar aku termasuk orang yang sudah pernah mencicipi bagaimana riuh dan pilunya dunia kampus dan bagaimana semuanya telah di kurikulumkan dan terarah.

Baca Juga :



Tentu saja, Sekolah desain yang baik adalah sekolah yang benar-benar dapat membuat kita berada di jalur yang benar dan menjadi profesional dibidangnya. Tentu dengan bakat dan kualitas yang dimiliki haruslah mampu dibentuk.

Ada berita yang luar biasa bagi sahabat kades yang ingin menjadi seorang desainer grafis namun memiliki kendala dalam masalah akademik. Kita mampu menjadi desainer grafis dengan memiliki keinginan dan dedikasi untuk belajar.

Sekolah Desain? Penting atau tidak

Lalu, dengan kebingungan dimana akademik dan otodidak saling bertabrakan hingga perdebatan masalah ini terus berlangsung, yang dapat aku ambil adalah mau akademik atau otodidak titik temunya adalah kreativitas dari individu masing-masing.

Tentu saja, Menciptakan kreativitas dalam mendesain tidaklah berlandaskan kepada modul dan kurikulum yang secara dasarnya adalah teori.

Sering kita dengar

"Teori tanpa Praktek itu Mati" dan "Praktek tanpa Teori itu Buta"

Tentu saja, pemahaman teori seperti dasar-dasar desain adalah wajib bagi desainer grafis untuk mempelajarinya dengan serius dan matang agar nantinya dapat memiliki kualitas bukan saja dari segi hasil tapi dari segi proses pun sangat mumpuni.

Beginilah peran dari sekolah desain, sekolah desain dapat membentuk, mengarahkan, dan memberikan kita jalan.

Kita akan diajarkan seluk beluk dunia desain yang tentunya berdasarkan sumber yang sudah relevan dibidangnya seperti, Guru, Dosen, dll yang kemampuan mereka tidak bisa kita ragukan. Kemudian, Sekolah desain pun dapat membuat kita terbentuk dengan konsentrasi yang kita minati.

Berarti, Sekolah Desain Penting dong?


Yaa benar sekali, penting namun akan ada saja yang membantahnya dengan berbagai perdebatan yang tentu saja tidak bisa kita sepelekan.

Sekolah desain bisa dibilang memiliki budget yang tidak sedikit, bisa dibilang sekolah desain bukan saja menuntut siswanya untuk dapat kreatif namun juga bisa memenuhi dirinya dari segi alat-alat.

dan seperti menjadi rahasia umum, alat-alat desain cukup mahal terutama lagi jika kita memiliki budget terbatas. Sehingga, muncul perdebatan yang aku bilang atas tadi.

Mari kita belajar dari Karen Cheng



Orang-orang yang sering menonton YouTube mungkin akan mengingat Karen Cheng sebagai gadis yang belajar sendiri cara menari hanya dalam 365 hari. Video yang dibuatnya dari seluruh pengalaman itu benar-benar menginspirasi, menyebabkannya menjadi viral online.

Tetapi bagi mereka di bidang desain, Karen Cheng adalah mantan Desainer Utama di Exec (Perusahaan yang menyediakan akses kepada perorangan dan perorangan kepada asisten pribadi dan layanan pembersihan) . Dan ya, dia tidak pernah ke sekolah desain. Dalam sebuah pos di Quora , ia membagikan kisahnya.


“Aku tidak punya empat tahun dan $ 100.000 untuk pergi ke sekolah desain ,” katanya

Apakah ini menghentikannya menjadi seorang desainer? Tentu Tidak, Dan untuk menambahkan kejutan yang lebih besar, dia mengakui bahwa dia tidak memiliki disiplin sama sekali.

“Orang-orang mengira aku memiliki disiplin karena aku dapat mengajar diri sendiri bagaimana menari hanya dalam 365 hari” dia menyatakan dalam sebuah wawancara
“Sebenarnya, aku tidak memiliki disiplin. Hanya saja aku suka menari, aku hanya melakukan apa yang aku sukai.”

Inilah yang disarankan Karen kepada orang-orang yang ingin melakukan pencapaian yang sama dengan yang dia miliki. Lakukan apa yang kamu sukai.

Dia telah bekerja di Microsoft Excel selama dua tahun ketika dia menyadari bahwa ini bukan apa yang ingin dia lakukan selama sisa hidupnya. Dia tahu bahwa dia harus melakukan sesuatu yang lain. Inilah yang membuatnya berpikir tentang pindah ke industri yang berbeda. Inilah yang membuatnya memulai di bidang desain.

“aku tidak memiliki keterampilan yang berhubungan dengan desain. dan aku tidak ingin kembali ke sekolah.”

Namun bagi Karen, itu sama sekali bukan masalah. Dia akan melewati pekerjaannya dan buru-buru pulang, dan mempelajari materi yang memungkinkan dia untuk belajar lebih banyak tentang dasar-dasar desain. Dia menyusun kurikulumnya sendiri, mencakup semua yang dia rasa perlu dia pelajari dalam rentang waktu enam bulan.

Baca Juga :



Sama seperti itu, dia ke dunia kerja, sekarang sebagai desainer. Tentu saja, itu tidak mudah. Dia tidak memiliki banyak pelatihan seperti orang lain yang mengincar posisi yang sama yang dia inginkan, dan dia pasti tidak memiliki pengalaman yang relevan. Tapi dia tidak menyerah.

Dia memutuskan untuk mencari cara untuk memisahkan diri dari orang lain. Begitulah cara dia mendapat pekerjaan sebagai perancang di Exec, dan dari sana, melanjutkan untuk memimpin tim desain.

Terinspirasi oleh kisah Karen Cheng? Nah, kita tahu bahwa jika Karen bisa melakukannya, maka kita juga bisa. kita hanya perlu memulai dan mulai meraih peluang yang tidak banyak orang akan ambil.


Berikut ini beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk menggapai impian kita

1. Membangun Fondasi Awal


Hasil gambar untuk stone foundation photo
Source

Aku sebagai orang yang memang lulus dari Kampus DKV tentu sangat setuju hal awal yang harus dilakukan adalah membangun Fondasi awal

dan kisah karen tadi ia membagikan kesalahan terbesarnya adalah langsung menghadap ke software photoshop hanya karena ia dapat menggunakan brush. bukan berarti kita sudah bisa disebut seorang desainer grafis.

Justru, kita harus bangun dari awal belajar dasar-dasar desain pahami semua hal itu yang tentu saja aku sendiri belajar di kampus.
  • Belajar Menggambar
Karen mengatakan, belajarlah menggambar terlebih dahulu selama 30 hari, kemudian jika tanganmu sudah terbiasa maka kamu siap untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

  • Pelajari Teori
Teori disini adalah Teori-teori dasar dalam dunia desain grafis yang wajib dan harus mampu kita pahami dan aplikasikan. Karen memberikan saran, pelajar teori Tipografi, warna, dan Grid untuk diawal jika telah memahami lanjut ke tahap berikutnya.

  • Baca-baca Buku
Beberapa buku yang secara pribadi aku miliki yaitu Do Good Design, Huruf Font dan Tipografi, kedua buku itu bisa menjadi referensi sahabat kades yang ingin membaca dan membentuk mindset.

  • Belajar Menulis
Sebagai seorang desainer grafis, aku termasuk orang yang suka menulis dan blog vektorkades adalah salah satu mediaku untuk berbagi berbagai hal yang aku ketahui kepada lebih banyak audiens. dan ini adalah saran berikutnya dari karen untuk kita.


  • Paksakan diri
Kendala yang sering kita hadapi adalah hasil desain yang kita buat sering gagal dan merasa tidak layak untuk dipamerkan. Saranku secara pribadi, paksakan diri untuk terus menghadapi kegagalan itu dan pelajari apa yang membuat kita gagal tadi.

Beberapa hal diatas, tentu sudah bisa membuat gambaran dasar apa saja yang harus kita lakukan. namun, tips diatas tidak saja teruntuk bagi orang yang tidak memiliki latar belakang desain, melainkan orang yang bekecimpung dalam akademik alias perkuliahan atau sekolah wajib juga melakukan hal diatas.

2. Menguasai Software


Gambar terkait
Semakin berkembang teknologi, kebutuhan untuk kemampuan menguasai software adalah hal wajib saat ini. Sering bukan kita temui berbagai perusahaan dan usaha-usaha yang memberikan syarat pelamar untuk dapat menguasai software yang relevan.

Disini ada 2 software yang nampaknya minimal harus dipelajari, walaupun masih banyak software lain yang relevan untuk profesi desainer grafis

  • Adobe Illustrator
Jujur saja, aku bukan orang yang pertama kali belajar illustrator. bahkan jangankan illustrator, keluarga adobe saja aku sama sekali tidak pernah pakai pertama kali. Software pertama kali yang aku gunakan adalah CorelDraw.

Lalu kenapa aku menyarankan adobe illustrator?

Alasannya adalah ada banyak sekali kelebihannya mulai dari fitur dan pasar yang menurut pengalamanku sendiri orang-orang luar negeri banyak yang lebih menyukai file format .ai (walaupun coreldraw bisa convert ke .ai).

Kita bisa mencari berbagai tutorial di internet berupa teks maupun video yang bisa dibilang sudah sangat banyak sekali dan tinggal kita menyediakan kuota internet serta jangan lupa kemauan yang besar untuk belajar.

  • Adobe Photoshop
Menjadi sebuah software sejuta umat, Adobe photoshop adalah software yang wajib dipahami dan dikuasai. Sekali lagi, tutorial berhamburan di internet. namun, selalu diingat ambil tutorial yang paling terbaik dengan hasil yang terbaik.

Cobalah untuk menemukan barang-barang dari PSDTuts dan TutsPlus . Mereka memiliki kiat hebat yang mudah dimengerti dan benar-benar dapat membantu kita menguasai Photoshop.

Sebenarnya ada banyak sekali tempat belajar online, tapi aku sarankan dua website itu yang bisa menjadi referensi kalian untuk belajar.

Baca Juga


Kesimpulan

Akhirnya, pada dasarnya hal yang membuat seseorang itu dapat menjadi desainer grafis bukanlah soal latar belakang, melainkan usaha, dedikasi, dan kemauan untuk belajar lebih dari orang pada umumnya. walaupun sekolah adalah salah satu caranya agar dapat menggapai cita-cita yang diiginkan

ada banyak sekali yang aku pelajari dari berbagai orang, dan secara pribadi sebagai lulusan DKV pun banyak yang aku pelajari bahkan bisa dibilang dunia desain grafis adalah dunia baru yang tanpa sengaja aku masuki.

Sebagai penutup, aku selalu katakan kepada teman-teman dan adik-adik di kampusku untuk selalu memahami desain dari dasar bangunlah fondasi.

"jangan sekali-kali melupakan dasar desain"

Bagi sahabat kades yang saat ini telah belajar secara akademik di kampus-kampus atau sekolah desain kalian harus semangat dan manfaatkan fasilitas yang disediakan, dan untuk sahabat kades yang belum bisa secara akademik aku telah membagikan tips yang berdasarkan pengalaman dan dari orang yang inspiratif agar bisa memompa semangat.

Terima kasih dan sampai jumpa

[Review] Desain Logo dan Branding HUT RI ke 73 Tahun, Bekerja dengan Energi

Halo Sahabat kades!!

Kembali dengan aku Mas kades seperti biasa akan selalu membagikan kalian berbagai artikel yang tentunya inshallah selalu berfaedah untuk sekalian umat.

Sebelumnya aku mau tanya nih, udah lihat belum logo HUT RI ke 73 Tahun?

Mungkin ada yang menjawab sudah, belum, atau baru tahu dari blognya mas kades ini tentang Logo baru HUT RI 73 Tahun.

Memang dalam beberapa tahun ini tepatnya setahun yang lalu, kita sudah mulai memiliki kesadaran untuk mendesain berbagai hal. Terbukti dengan adanya desain logo HUT RI 72 tahun yang tentunya banyak sekali memuji dan ada saja yang mencaci.

Semua itu sah saja karena desain bisa saja ada yang suka, bisa saja ada yang tidak suka. Itulah begitu pentingnya seorang desainer grafis untuk memahami pola pikir masyarakat luas dan menuangkannya dalam desain yang ia buat.

Kembali ke topik utama yaa

Jadi, cerita sedikit yaa.

Awalnya aku sendiri tidak tahu kalo HUT RI tahun ini akan ada logo baru, tapi setelah aku buka hape ternyata ada yang membagikan instastory tentang logo baru HUT RI. Sebagai pelaku desain (cieee) aku akhirnya menjadi penasaran dong.

Setelah mencari-cari dari mbak Gugel aku pun mendapatkan pedoman identitas visual HUT RI 73 Tahun langsung dari Google Drive tentunya ini akan sangat membantu bagi orang-orang yang bekerja di percetakan atau pun berbagai keperluan lainnya.

Tentu saja nanti akan aku bagikan linknya jika teman-teman mau download. tapi sebelumnya aku ingin sedikit melalukan review untuk branding HUT RI 73 tahun ini.

Review


Kesan awal ketika melihat logo ini adalah "Biasa saja" dengan warna khas negara kita yaitu Merah dan Putih dan logo membentuk angka "73" dengan tagline "Kerja kita, Prestasi Bangsa". Tentu sebuah komposisi yang memang pas jika dilihat dari apa yang dilakukan oleh presiden kita saat ini yaitu Kerja.

Tak ada hal khusus yang aku lihat dari logo ini, karena pada dasarnya memang "Biasa aja"

Kok gitu mas?

Eitts, tunggu dulu yaa jangan langsung emosi haha. aku kan baru bahas logonya aja jangan langsung emosi dong. Budayakan membaca yaa jangan males

Setelah asik melihat logo, aku pun coba untuk membaca berbagai keterangan dan pedoman identitas visual logonya. dan disini aku sedikit mulai tertarik dan menyukai logo ini.


Aku lebih suka melihat proses dari sebuah desain dibanding hasil akhirnya, seperti kata pepatah "Proses tidak akan mengkhianati Hasil" dan benar saja, Logo HUT 73 tahun ini memberikan berbagai cerita bagaimana logo ini dibentuk mulai dari Grid yang digunakan hingga bagaimana pengaplikasian.

Beginilah aku sebut sebuah logo yang sempurna, menggunakan Grid dan proporsional yang pas, tentu saja aku sangat yakin proses pembuatan logo ini tidaklah main-main.

Inilah sebenarnya yang sangat aku tunggu-tunggu, Desain identitas visual dipublikasikan ke masyarakat luas agar semakin banyak masyarakat yang paham betapa pentingnya sebuah desain untuk menciptakan identitas visual.

Bahkan bukan saja visual, melainkan emosi dari orang yang melihatnya.

Pengaplikasian

Tentu saja, dalam sebuah desain logo konsistensi adalah hal yang paling penting. Maka dari itu, harus adanya pedoman identitas visual yang ditunjukkan oleh logo HUT RI 73 Tahun kali ini. Menurutku sebuah keputusan yang tepat dengan begitu bisa menghindari dari tangan-tangan jahil yang dapat merubah konsistensi logo, warna, pola, layout, dll.








Kesimpulan

Secara visual dari logo menurutku biasa saja dan memang tidak ada hal khusus yang menarik perhatianku. Namun jika memperhatikan pengaplikasiannya dan keseriusan yang dilakukan sangat penting untuk kita apresiasi bagaimana insan kreatif kita mulai bergerak maju dan pemerintah pun sudah mulai sadar pentingnya membangun sebuah identitas visual.

Baiklah nampaknya artikel berakhir disini, kalo temen-temen ada info, pendapat, atau apapun yang berhubungan dengan desain silahkan berkomentar dan berbagi

Cherio!!

Link Pedoman Identitas Visual

Let's work together !

I am available for freelance projects.
Hire Me Download C.V

Contact Us

Phone :

+6282280263852

Address :

Tanjung api-api,
Sukarami, Palembang, Indonesia

Email :

Khoiril2amri@gmail.com