-->

Begin typing your search above and press return to search. Press Esc to cancel.

Welcome!

I am Khoiril Amri a Graphic Designer a Design Speaker

View Work Hire Me!

About Me

Graphic Design
Branding
Illustration
Who am i

Khoiril Amri

Freelance Graphic Designer

Fokus saya adalah untuk menciptakan solusi kepada klien melalui desain yang saya buat. Saya yakin dengan memberikan solusi adalah jalan terbaik untuk menciptakan brand yang bisa bersaing

Saya juga memberikan berbagai ilmu yang saya miliki di Blog saya, karena menurut saya semakin banyak berbagi maka kita juga akan mendapat lebih banyak ilmu lagi.

Services

Graphic Design

Bukan hanya tentang harga, tapi saya memberikan solusi desain

Social Media Design

Memiliki produk yang mau dipromosikan di media sosial? Saya bisa memberikan solusi desain untuk anda

Branding

Fokus Menciptakan brand yang kuat dengan proses yang matang

Illustration

Saya akan membuat illustrasi terbaik dan sesuai dengan kekuatan brand anda

Our Blog

Tampilkan postingan dengan label Ocehan Kades. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ocehan Kades. Tampilkan semua postingan

Berkenalan dengan Logo baru Vektor Kades 2019

Halo!

Alhamdulillah, setelah berbagai macam proses yang dilalui, Desain logo Vektor Kades yang baru udah selesai.

Banyak sekali pertimbangan dan juga hal yang aku lakukan untuk mencari inspirasi desain logo baru ini.


Konsep logo ini muncul berawal dari pemikiran untuk kembali ke konsep awal dari desain itu sendiri yaitu, Seni. Dimana Seni identik dengan sebuah Kuas dan taraaaa jadilah logo ini (walaupun sebenarnya ga semudah itu sih munculnya haha).

Tentunya filosofi logo ini bukan saja tentang kuas, tapi juga ada konsep lain disana, terus simak nanti dibawah akan aku jelaskan yaa.

Logoku yang baru ini masih tetap menggunakan warna kuning sebagai warna dominan, Namun hitam adalah warna baru menggantikan warna coklat dari logo sebelumnya.

Sebelumnya aku juga membagikan secondary color yang akan menjadi warna alternatif yang juga akan sering digunakan untuk desain-desain dari brandku.



Seperti yang udah teman-teman perhatikan, bahwa logoku yang sebelumnya banyak mengundang kontroversial haha, mulai dari logo setan, pemuja setan, dajjal, dll yang aku tidak mau menulisnya satu-satu haha

intinya yaa begitu

Lalu, apa sih yang spesial dari logo vektor kades yang baru ini selain kuas yang udah sempat aku singgung diawal tadi?

Mari kita mulai


Logo berbentuk huruf “V” dan “K” kepanjangan dari“Vektor Kades”


Logo juga berbentuk roket mewakili tujuan masa depan vektor kades untuk bisa maju layaknya roket. Secara bersamaan logo juga berbentuk Kuas yang mewakili seni, dimana dunia desain adalah salah satu seni terapan.


Filosofi Logo

  • Logo berbentuk huruf “V” dan “K” berarti “Vektor Kades”
  • Logo juga berbentuk roket mewakili tujuan masa depan vektor kades untuk bisa maju layaknya roket
  • Secara bersamaan logo juga berbentuk Kuas yang mewakili seni, dimana dunia desain ada salah satu cabang dari seni
  • Logo miring 45 derajat mewakili percepatan yang ingin dilakukan agar tujuan yang diinginkan bisa dicapai lebih cepat dan baik
  • Logo dibentuk dengan Golden ration menggunakan teori “Cross section of human eyes” mewakili visual yang dihasilkan oleh Vektor Kades dalam setiap desainnya
  • LogoType menggunakan huruf font “Perfecly” yang dimodifikasi. Tampil dengan kuat dan dalam waktu bersamaan juga menyambut dengan ramah dengan karakter huruf yang kecil

Bagaimana teman-teman pendapat kalian? Bagikan dikolom komentar yaa

Cherio!

Apa itu Brand? Mari kita Bahas

Halo sahabat kades bertemu lagi dengan mas kades alias mas khoiril amri dengan artikel-artikel desainnya yang pasti bikin kalian semakin bersemangat dalam berproses desain (eaaa)

Di dunia saat ini, sudah sering bukan kita bertemu berbagai macam brand lokal maupun internasional dengan keunikan dan kekhasan yang mereka miliki. Persaingan setiap brand sungguh luar biasa hingga betapa dibutuhkannya seorang desainer grafis untuk dapat membangun brand visual.


Brand Hidup dalam ruang bawah sadar manusia

Ada orang yang membeli sebuah produk dengan label sebuah brand ternama akan rela membeli  harga yang luar biasa "mahal" walau hanya kaos oblong. Lalu ada yang bilang "bukan cuma mahal saja, tapi dari kualitas kaosnya juga"

Semua sah-sah saja, karena sebuah brand sudah terbangun dari awal sehingga tercipta kesan seperti kasus diatas. Orang akan secara bawah sadar merasa kualitas brand yang telah mereka kenal lebih dapat mereka percaya dibanding brand baru yang masih belum jelas kualitasnya dan namanya.

Aku juga memiliki berbagai brand yang aku percaya dan hingga kini enggan untuk bepindah karena sudah merasa nyaman dari segi pengalaman maupun dari hasil akhir produk.

"Singkatnya, merek Anda adalah seperangkat persepsi yang dimiliki orang tentang sesuatu, orang, organisasi, perusahaan, negara, planet dan yang lebih besar lagi. Ini adalah ekspresi emosional yang dikuratori dengan cermat dari nilai yang hidup dalam hati dan pikiran orang."

"Pencitraan merek adalah serangkaian tindakan yang diambil untuk mengembangkan sebuah merek. Ketika dilakukan dengan benar, branding menjadi simfoni desain, bahasa dan pengalaman yang indah, semua bergabung untuk menumbuhkan perasaan yang sangat spesifik."

Apple, bisa dibilang salah satu merek yang sukses membuat orang bangga kepadanya hanya dengan melihat logo "Apple" menempel disetiap lini kehidupannya.

Siapa sih yang tidak merasa bangga membawa kemana-mana produk berlogo apple ini? Apalagi desainer grafis yang bisa dibilang nilai "jual dirinya" akan lebih besar ketika memegang produk ini dihadapan klien.

"Orang-orang berbicara tentang teknologi, tetapi Apple adalah perusahaan pemasaran," kata John Sculley, CEO Apple, kepada koran Guardian pada tahun 1997.

"Ini adalah perusahaan pemasaran dekade ini." Tidak ada yang mengerti ini lebih dari Steve Jobs, yang membawa Apple kembali dari jurang kehancuran pada 1990-an, dengan meremajakan merek melalui serangkaian perubahan gaya, pesan aspiratif dan iklan yang efisien.

Lebih dari segalanya, Jobs mengerti bahwa keunggulan dari strategi merek yang baik termasuk kekompakan , konsistensi dan kejelasan . Menciptakan koneksi psikologis yang kuat di pelanggan. Pengguna tahu apa yang diharapkan ketika mereka menggunakan produk dan perangkat lunak Apple.


Jika kita bicara brand, sangat penting kita harus tahu pengertian dan memahami brand itu sendiri.

Cerita awal kenapa artikel ini muncul karena sering bermunculan kata "brand atau merek" ditengah-tengah masyarakat. Secara perspektif desainer tentunya kita sudah paham betul apa itu brand.

jadi buat apa dibahas lagi?

Aku sering bertemu dengan berbagai macam kasus yang bisa dibilang menyamakan brand dan logo adalah suatu hal yang sama, logo diibaratkan sebagai hal paling penting bagi sebuah brand.

Yaa, tidak ada salahnya juga sih karena logo memang adalah salah satu elemen dari sebuah brand. Namun, menyamaratakan Logo dan brand dengan satu kelas menurutku adalah hal yang salah.

Kok gitu?

Aku akan memberikan sebuah ilustrasi logo dan brand


Jeff bezos CEO Amazon.com mengatakan,

"Brand adalah apa yang orang-orang katakan tentang anda ketika anda sedang tidak bersama mereka"

tentu dari ilustrasi saja, kita dapat secara langsung paham apa itu logo dan brand. Jadi, kita harus paham betul dan menghindari kesalahan persepsi.

Aku tidak menyalahkan orang-orang yang salah, tapi bagi orang yang sudah paham tapi masih salah itu yang agaknya membuatku bingung.

Bisa juga kita ambil dari kata-kata Jeff Bezos, bahwa brand itu apa yang orang-orang pikirkan. Brand itu melekat dibenak orang-orang terhadap sesuatu.

Kesimpulan

Jadi secara garis besar

"Brand adalah apa yang orang-orang pikirkan, rasakan, kesan, persepsi orang terhadap sesuatu melalui alam bawah sadar" @vektorkades

Brand sendiri bisa Brand personal, Brand Kelompok, Brand Organisasi, Hingga brand perusahaan. Terlepas dari itu perlu adanya usaha untuk membangun brand.

Salah satunya yaitu membuat pencitraan brand seperti yang sempat aku bahas diatas. Pencitraan brand seperti logo, kartu nama, letterhead, dll adalah salah satunya. Desainer grafis tentu memiliki kemampuan untuk membangun pencitraan brand ini.

Desainer grafis paham betul bagaimana bisa bersaing dan dapat memecahkan masalah citra sebuah perusahaan.

Tentu saja, dengan tuntutan dunia saat ini yang harus memunculkan keunikan kekuatan brand menjadi faktor penting untuk memenangkan pasar. Jadi, kita tidak heran bukan? Apple dengan harga selangit selalu membuat pecintanya rela membeli.

Yaa, mereka sudah punya brand yang kuat.

Silahkan berkomentar dan bagikan kepada khalayak luas.

Ingin menjadi Desainer Grafis? Ini yang aku lakukan Pertama kali



Halo Sahabat kades bertemu lagi dengan mas kades alias mas khoiril amri dengan artikel-artikelnya yang inshallah berfaedah untuk sekalian umat manusia haha

Seperti biasa blog vektor kades aku isi dengan berbagai hal seperti ocehan yang berisikan berbagai hal yang membuatku gelisah atau hanya sekedar berbagi pendapat tentang hobi-hobiku diluar dunia desain grafis.

Kemudian juga aku sering berbagi tips-tips desain yang tentu menjadi bumbu paling sedap di blog vektor kades ini. Aku sebelumnya berterima kasih kepada kalian yang sudah berkunjung, berkomentar dan mendukung blogku ini.


Jadi ceritanya, aku tadi lagi menikmati lagu klasik dan merasakan sebuah ide muncul. walah!! aku pun bertanya-tanya kepada diri sendiri,

"apa sih yang aku lakukan pertama kali sebelum memutuskan untuk menjadi desainer grafis?"

Pertanyaan itu pun akhirnya menjadi alasanku membuat artikel ini dan yaa semoga saja bisa menyegarkan ingatanku setelah mulai mengenal desain grafis sejak di bangku kuliah semester 3 (bisa dibilang ini udah telat banget haha)

Tapi seperti kata pepatah

"Tak ada kata terlambat untuk belajar"

Jujur saja, aku bukan termasuk orang yang paham betul soal bagaimana menggunakan warna, menggambar di kertas, memiliki ide-ide yang luar biasa nan eksentrik bahkand desain grafis sekalipun. Tapi aku rasa semua hal itu tidak menjadi alasan untuk berhenti, toh itu bisa dipelajari dengan dedikasi yang tinggi

Melakukan beberapa hal yang akan aku ceritakan dibawah setidaknya bisa mengubah diriku secara pribadi untuk bergerak selangkah demi selangkah

Berikut adalah beberapa hal yang aku (ingat) saat pertama kali mengatakan kepada diri sendiri untuk menjadi desainer grafis.

Baca Juga :



Cerita Awal

Jadi, seperti yang aku sempat katakan diatas bahwa aku mengenal dunia desain grafis saat masuk di bangku kuliah semester 3 (Padahal masuk jurusan DKV dari semester 1 haha)

aku masih ingat kata-kata dari dosenku saat itu (By the way, dosen ini mengajar Sejarah Seni dan Desain grafis)

"Jadi, Desain grafis ini sebenarnya sudah ada sejak zaman goa, saat ini, dan masa depan"

Sebuah kata-kata yang sangat membekas hingga sekarang dibenakku dan tidak dapat aku lupakan betapa kata-kata itu mengubahku secara mindset dan perilaku. jadi, jangan heran motivator-motivator dapat mempengaruhi kita hanya lewat kata-kata

Setelah kejadian kata-kata dari dosenku ini, aku sudah alam bawah sadar seolah ingin mengetahui lebih dan lebih soal desain grafis karena yakin bahwa profesi inilah yang aku cari dan akan bisa eksis dalam waktu yang lama.

Lalu, aku berhasil mengumpulkan beberapa ingatan-ingatan tentang apa saja yang aku lakukan pertama kali atau istilahnya langkah awalku untuk menjadi desainer grafis

1. Bertanya dan bertanya


Menjadi seorang yang sering bertanya akan lebih mudah dibanding orang yang selalu ditanya, karena sifatnya adalah kita mendapatkan jawaban dari yang kita tanyakan, kebalikannya jika kita ditanya maka kita membagikan kepada orang-orang.

"Malu bertanya, sesat dijalan"

Sebuah pepatah yang mungkin berlaku hingga sekarang dan untuk sebagian banyak orang bahwa bertanya bukan suatu hal yang memalukan, melainkan sebuah kebiasaan agar mendapatkan informasi.

Tanyakan semua yang tidak kita ketahui kepada orang yang paham dibidangnya, aku yakin kita akan bisa terus berkembang dengan bertanya

2. Mengikuti Medsos


Hasil gambar untuk Social media
Yaa, ini menjadi sebuah kebiasaan yang cukup lama aku lakukan. Selalu mengikuti medsos orang-orang yang menurutku memiliki karya dan kualitas yang harus aku lompati. Sejak saat itu juga aku mulai berhenti mengikuti akun-akun yang sekiranya tidak bermanfaat untuk dapat mengembangkan keahlianku.

Dengan setiap hari kita mengkonsumsi karya-karya yang memang secara pribadi kita suka akan memberikan efek positif didalam selera desain kita. Semakin sering kita melihat desain yang bagus dan memberikan solusi semakin besar kita juga akan berkembang.

3. Latihan dan Belajar


Close-up of Woman Working
"Practice makes perfect"

Sejauh pengetahuanku, belum ada yang bisa membantah bahwa dengan latihan secara konsisten kita akan mendapatkan hasil yang maksimal. Aku secara pribadi bisa dibilang keterlaluan dalam hal latihan, sebagai contohnya, aku sering diomeli oleh orang tua karena sering tidur malam.

Tentu sudah bisa ditebak, aku sedang penasaran dengan sebuah software dan artikel-artikel tentang desain yang sangat sayang untuk aku lewatkan walau hari sudah malam.

"Latihan dan belajar menjadi sebuah sepatu yang saling melangkah tanpa saling meninggalkan satu sama lain" @vektorkades


4. Penasaran


A boy touches the tear of a piece of cloth where light is coming in.
"Rasa penasaran yang besar adalah karunia yang sangat luar biasa diberikan tuhan kepada kita, rasa penasaran yang setiap saat mengganggu manusia membuat peradaban kita bergerak seperti saat ini" @vektorkades
Diberikan rasa penasaran yang besar membuatku ketika berhadapat dengan sebuah desain yang baru saja aku lihat namun aku tidak tahu cara membuatnya akan langsung aku cari tahu. Internet menjadi sebuah wadah yang setiap saat hadir bagi kita.

Jadi, aku rasa era saat ini semuanya ada di google. kalaupun memang tidak mendapatkan jawaban seperti poin pertama yaitu bertanya kepada ahlinya entah secara langsung atau online.

Aku masih ingat pertama kali melihat sebuah karya dari patrick seymor style yang karyanya sudah pernah dipakai untuk loading Adobe Illustrator. Karena penasaran aku pun langsung mencari-cari referensi dan apakah bisa dilakukan.

Setelah melakukan berbagai hal, aku pun akhirnya merealisasikannya dengan sebuah video yang aku upload



Aku ingat ketika pertama kali belajar dasar-dasar desain dari kampus dan merasa masih kurang itu merupakan salah satu bentuk penasaran (atau rasa kurang) yang aku alami

5. Jiplak



Eitts, tunggu dulu haha jangan langsung berpikiran hak cipta, hukum, dan hal-hal lainnya yaa. Karena disini aku sering menjiplak untuk mengetahui bagaimana sebuah karya dibentuk. Hal ini yang aku lakukan karena terkadang kita memiliki kendala dalam membuat sebuah bentuk.

Jiplak menjadi hal yang sering aku lakukan. Tapi ingat, jangan kita upload dan kita akui bahwa itu adalah karya kita.

6. Proyek Khayalan



Ketika tidak ada kerjaan, tidak ada kegiatan, bahkan sedang nganggur aku sering membuat berbagai proyek khayalan. Seperti membayangkan klien dari bidang ini, ingin membuat ini, dan membuatnya seolah-olah memang ada hingga membuat deadline dan konsepnya.

Ada banyak manfaat ketika kita melakukan proyek khayalan, yaitu bisa terus memacu kita dapat menyelesaikan sesuatu ketika sedang tidak mengerjakan apapun. Selain produktif kita bisa mendapatkan pengalaman yang menurutku menarik.

Kesimpulan

Sangat penting untuk sebuah langkah awal, dan kita akan sangat mudah sekali dipengaruhi oleh lingkungan dan betapa berpengarunya sebuah kata-kata dosenku tadi hingga mengubahku hingga saat ini.

Tetap selalu kita ingat, mungkin setiap perjalan hidup setiap orang akan berbeda dan mereka memiliki zona waktu masing-masing.

"Desainer grafis adalah sebuah pekerjaan yang berulang dan memerlukan sebuah ide-ide segar agar terhindari dari kebosanan" @vektorkades
Silahkan berkomentar dan berbagi cerita di kolom komentar
Terima kasih dan Sampai Jumpa!!

Menjadi Desainer Grafis tanpa sekolah Desain? Emang Bisa?

Halo Sahabat kades bertemu lagi dengan mas kades alias mas khoiril amri dengan artikel-artikelnya yang tentunya selalu menginspirasi (pede bener haha).

Seperti biasa aku selalu membuka artikel yang aku tulis dengan ucapan diatas, alasannya yaa biar asik aja gitu haha.


Pada hari ini, aku akan sedikit berbagi pendapat dan pandanganku tentang penting atau tidak sekolah desain itu untuk orang yang ingin menjadi desainer grafis tentunya.

Tentu, pemikiran akan langsung bercabang-cabang dan kalian pasti sudah mulai menerka-nerka apakah memang penting tapi eh banyak juga orang yang sukses tanpa ada latar belakang sekolah desain.

Aku secara pribadi adalah orang yang lulus dari Sekolah desain tepatnya jurusan Desain Komunikasi visual. Jadi, secara garis besar aku termasuk orang yang sudah pernah mencicipi bagaimana riuh dan pilunya dunia kampus dan bagaimana semuanya telah di kurikulumkan dan terarah.

Baca Juga :



Tentu saja, Sekolah desain yang baik adalah sekolah yang benar-benar dapat membuat kita berada di jalur yang benar dan menjadi profesional dibidangnya. Tentu dengan bakat dan kualitas yang dimiliki haruslah mampu dibentuk.

Ada berita yang luar biasa bagi sahabat kades yang ingin menjadi seorang desainer grafis namun memiliki kendala dalam masalah akademik. Kita mampu menjadi desainer grafis dengan memiliki keinginan dan dedikasi untuk belajar.

Sekolah Desain? Penting atau tidak

Lalu, dengan kebingungan dimana akademik dan otodidak saling bertabrakan hingga perdebatan masalah ini terus berlangsung, yang dapat aku ambil adalah mau akademik atau otodidak titik temunya adalah kreativitas dari individu masing-masing.

Tentu saja, Menciptakan kreativitas dalam mendesain tidaklah berlandaskan kepada modul dan kurikulum yang secara dasarnya adalah teori.

Sering kita dengar

"Teori tanpa Praktek itu Mati" dan "Praktek tanpa Teori itu Buta"

Tentu saja, pemahaman teori seperti dasar-dasar desain adalah wajib bagi desainer grafis untuk mempelajarinya dengan serius dan matang agar nantinya dapat memiliki kualitas bukan saja dari segi hasil tapi dari segi proses pun sangat mumpuni.

Beginilah peran dari sekolah desain, sekolah desain dapat membentuk, mengarahkan, dan memberikan kita jalan.

Kita akan diajarkan seluk beluk dunia desain yang tentunya berdasarkan sumber yang sudah relevan dibidangnya seperti, Guru, Dosen, dll yang kemampuan mereka tidak bisa kita ragukan. Kemudian, Sekolah desain pun dapat membuat kita terbentuk dengan konsentrasi yang kita minati.

Berarti, Sekolah Desain Penting dong?


Yaa benar sekali, penting namun akan ada saja yang membantahnya dengan berbagai perdebatan yang tentu saja tidak bisa kita sepelekan.

Sekolah desain bisa dibilang memiliki budget yang tidak sedikit, bisa dibilang sekolah desain bukan saja menuntut siswanya untuk dapat kreatif namun juga bisa memenuhi dirinya dari segi alat-alat.

dan seperti menjadi rahasia umum, alat-alat desain cukup mahal terutama lagi jika kita memiliki budget terbatas. Sehingga, muncul perdebatan yang aku bilang atas tadi.

Mari kita belajar dari Karen Cheng



Orang-orang yang sering menonton YouTube mungkin akan mengingat Karen Cheng sebagai gadis yang belajar sendiri cara menari hanya dalam 365 hari. Video yang dibuatnya dari seluruh pengalaman itu benar-benar menginspirasi, menyebabkannya menjadi viral online.

Tetapi bagi mereka di bidang desain, Karen Cheng adalah mantan Desainer Utama di Exec (Perusahaan yang menyediakan akses kepada perorangan dan perorangan kepada asisten pribadi dan layanan pembersihan) . Dan ya, dia tidak pernah ke sekolah desain. Dalam sebuah pos di Quora , ia membagikan kisahnya.


“Aku tidak punya empat tahun dan $ 100.000 untuk pergi ke sekolah desain ,” katanya

Apakah ini menghentikannya menjadi seorang desainer? Tentu Tidak, Dan untuk menambahkan kejutan yang lebih besar, dia mengakui bahwa dia tidak memiliki disiplin sama sekali.

“Orang-orang mengira aku memiliki disiplin karena aku dapat mengajar diri sendiri bagaimana menari hanya dalam 365 hari” dia menyatakan dalam sebuah wawancara
“Sebenarnya, aku tidak memiliki disiplin. Hanya saja aku suka menari, aku hanya melakukan apa yang aku sukai.”

Inilah yang disarankan Karen kepada orang-orang yang ingin melakukan pencapaian yang sama dengan yang dia miliki. Lakukan apa yang kamu sukai.

Dia telah bekerja di Microsoft Excel selama dua tahun ketika dia menyadari bahwa ini bukan apa yang ingin dia lakukan selama sisa hidupnya. Dia tahu bahwa dia harus melakukan sesuatu yang lain. Inilah yang membuatnya berpikir tentang pindah ke industri yang berbeda. Inilah yang membuatnya memulai di bidang desain.

“aku tidak memiliki keterampilan yang berhubungan dengan desain. dan aku tidak ingin kembali ke sekolah.”

Namun bagi Karen, itu sama sekali bukan masalah. Dia akan melewati pekerjaannya dan buru-buru pulang, dan mempelajari materi yang memungkinkan dia untuk belajar lebih banyak tentang dasar-dasar desain. Dia menyusun kurikulumnya sendiri, mencakup semua yang dia rasa perlu dia pelajari dalam rentang waktu enam bulan.

Baca Juga :



Sama seperti itu, dia ke dunia kerja, sekarang sebagai desainer. Tentu saja, itu tidak mudah. Dia tidak memiliki banyak pelatihan seperti orang lain yang mengincar posisi yang sama yang dia inginkan, dan dia pasti tidak memiliki pengalaman yang relevan. Tapi dia tidak menyerah.

Dia memutuskan untuk mencari cara untuk memisahkan diri dari orang lain. Begitulah cara dia mendapat pekerjaan sebagai perancang di Exec, dan dari sana, melanjutkan untuk memimpin tim desain.

Terinspirasi oleh kisah Karen Cheng? Nah, kita tahu bahwa jika Karen bisa melakukannya, maka kita juga bisa. kita hanya perlu memulai dan mulai meraih peluang yang tidak banyak orang akan ambil.


Berikut ini beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk menggapai impian kita

1. Membangun Fondasi Awal


Hasil gambar untuk stone foundation photo
Source

Aku sebagai orang yang memang lulus dari Kampus DKV tentu sangat setuju hal awal yang harus dilakukan adalah membangun Fondasi awal

dan kisah karen tadi ia membagikan kesalahan terbesarnya adalah langsung menghadap ke software photoshop hanya karena ia dapat menggunakan brush. bukan berarti kita sudah bisa disebut seorang desainer grafis.

Justru, kita harus bangun dari awal belajar dasar-dasar desain pahami semua hal itu yang tentu saja aku sendiri belajar di kampus.
  • Belajar Menggambar
Karen mengatakan, belajarlah menggambar terlebih dahulu selama 30 hari, kemudian jika tanganmu sudah terbiasa maka kamu siap untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

  • Pelajari Teori
Teori disini adalah Teori-teori dasar dalam dunia desain grafis yang wajib dan harus mampu kita pahami dan aplikasikan. Karen memberikan saran, pelajar teori Tipografi, warna, dan Grid untuk diawal jika telah memahami lanjut ke tahap berikutnya.

  • Baca-baca Buku
Beberapa buku yang secara pribadi aku miliki yaitu Do Good Design, Huruf Font dan Tipografi, kedua buku itu bisa menjadi referensi sahabat kades yang ingin membaca dan membentuk mindset.

  • Belajar Menulis
Sebagai seorang desainer grafis, aku termasuk orang yang suka menulis dan blog vektorkades adalah salah satu mediaku untuk berbagi berbagai hal yang aku ketahui kepada lebih banyak audiens. dan ini adalah saran berikutnya dari karen untuk kita.


  • Paksakan diri
Kendala yang sering kita hadapi adalah hasil desain yang kita buat sering gagal dan merasa tidak layak untuk dipamerkan. Saranku secara pribadi, paksakan diri untuk terus menghadapi kegagalan itu dan pelajari apa yang membuat kita gagal tadi.

Beberapa hal diatas, tentu sudah bisa membuat gambaran dasar apa saja yang harus kita lakukan. namun, tips diatas tidak saja teruntuk bagi orang yang tidak memiliki latar belakang desain, melainkan orang yang bekecimpung dalam akademik alias perkuliahan atau sekolah wajib juga melakukan hal diatas.

2. Menguasai Software


Gambar terkait
Semakin berkembang teknologi, kebutuhan untuk kemampuan menguasai software adalah hal wajib saat ini. Sering bukan kita temui berbagai perusahaan dan usaha-usaha yang memberikan syarat pelamar untuk dapat menguasai software yang relevan.

Disini ada 2 software yang nampaknya minimal harus dipelajari, walaupun masih banyak software lain yang relevan untuk profesi desainer grafis

  • Adobe Illustrator
Jujur saja, aku bukan orang yang pertama kali belajar illustrator. bahkan jangankan illustrator, keluarga adobe saja aku sama sekali tidak pernah pakai pertama kali. Software pertama kali yang aku gunakan adalah CorelDraw.

Lalu kenapa aku menyarankan adobe illustrator?

Alasannya adalah ada banyak sekali kelebihannya mulai dari fitur dan pasar yang menurut pengalamanku sendiri orang-orang luar negeri banyak yang lebih menyukai file format .ai (walaupun coreldraw bisa convert ke .ai).

Kita bisa mencari berbagai tutorial di internet berupa teks maupun video yang bisa dibilang sudah sangat banyak sekali dan tinggal kita menyediakan kuota internet serta jangan lupa kemauan yang besar untuk belajar.

  • Adobe Photoshop
Menjadi sebuah software sejuta umat, Adobe photoshop adalah software yang wajib dipahami dan dikuasai. Sekali lagi, tutorial berhamburan di internet. namun, selalu diingat ambil tutorial yang paling terbaik dengan hasil yang terbaik.

Cobalah untuk menemukan barang-barang dari PSDTuts dan TutsPlus . Mereka memiliki kiat hebat yang mudah dimengerti dan benar-benar dapat membantu kita menguasai Photoshop.

Sebenarnya ada banyak sekali tempat belajar online, tapi aku sarankan dua website itu yang bisa menjadi referensi kalian untuk belajar.

Baca Juga


Kesimpulan

Akhirnya, pada dasarnya hal yang membuat seseorang itu dapat menjadi desainer grafis bukanlah soal latar belakang, melainkan usaha, dedikasi, dan kemauan untuk belajar lebih dari orang pada umumnya. walaupun sekolah adalah salah satu caranya agar dapat menggapai cita-cita yang diiginkan

ada banyak sekali yang aku pelajari dari berbagai orang, dan secara pribadi sebagai lulusan DKV pun banyak yang aku pelajari bahkan bisa dibilang dunia desain grafis adalah dunia baru yang tanpa sengaja aku masuki.

Sebagai penutup, aku selalu katakan kepada teman-teman dan adik-adik di kampusku untuk selalu memahami desain dari dasar bangunlah fondasi.

"jangan sekali-kali melupakan dasar desain"

Bagi sahabat kades yang saat ini telah belajar secara akademik di kampus-kampus atau sekolah desain kalian harus semangat dan manfaatkan fasilitas yang disediakan, dan untuk sahabat kades yang belum bisa secara akademik aku telah membagikan tips yang berdasarkan pengalaman dan dari orang yang inspiratif agar bisa memompa semangat.

Terima kasih dan sampai jumpa

[Review] Bagaimana Tampilan Baru Gmail 2018? Hmm Ayo kita Simak!!

Halo Sahabat Kades! bertemu lagi dengan mas kades alias mas khoiril amri

Kali ini aku akan berbagi dengan kalian sedikit Review dan pendapatku pribadi tentang pembaharuan tampilan dari Gmail yang pada hari ini secara resmi sudah berganti. Tentu saja, aku awalnya ga tau kalo udah berganti.



Tapi, aku mendapatkan info dari salah satu media daring akhirnya aku pun mencoba untuk melihat apakah Gmailku sudah berubah?

dan Ternyata "Belum" haha.

Namun, apakah aku menyerah? Tentu saja tidak haha. Aku akhirnya mencoba-coba menu settings dan ternyata sudah ada pilihan untuk merubah ke tampilan baru.


dengan adanya menu itu akhirnya aku pun langsung saja klik dan penasaran bagaimana tampilannya, apakah kalian juga penasaran?

Yuk kita lihat dan perhatikan setiap detail dan sudutnya, mungkin ada bagian-bagian yang akan sangat menarik dapat kita bahas.


Ketika pertama kita akan langsung ditunjukkan sebuah tampilan animasi logo dari Gmail yang seperti biasa gaya animasi dari Google yang Smooth.

Jujur, aku suka sekali dengan animasi loading yang satu ini walau bisa dibilang cukup makan waktu yang cukup lama (sekitar beberapa detik) dari versi Gmail sebelumnya. Namun, sebagai penikmat visual aku sangat menyukainya haha.



Semua terlihat baru

Gmail sudah dirubah total dengan tampilan baru . Segala sesuatu dari sisi kiri ke tombol tulis berbeda. Bahkan ada bar baru di sebelah kanan untuk add-ons. Tetapi yang terpenting, dengan Gmail baru, kamu dapat melihat dan mengklik lampiran di kotak masuk tanpa harus membuka pesannya.



Gmail Menggunakan AI (bukan Adobe Illustrator yaa haha)

Gmail telah mulai memanfaatkan teknologi AI Google. Misalnya, dengan fitur Nudging, Gmail dapat secara proaktif mengingatkan kamu untuk menindaklanjuti atau menanggapi pesan. Dan dengan Balasan Cerdas, pertama kali diperkenalkan tahun lalu ke aplikasi seluler Gmail, kamu dapat dengan cepat menanggapi email menggunakan tanggapan yang disarankan secara otomatis yang akan dilayani Gmail di web.

Kamu juga akan melihat pemberitahuan prioritas tinggi (tersedia di aplikasi web Gmail dan aplikasi seluler). Ini memberi tahu ketika Kamu menerima email penting. Namun Google mengatakan tujuannya adalah untuk mengurangi interupsi.

Terakhir, Gmail sekarang dapat dengan cerdas merekomendasikan kapan berhenti berlangganan dari berbagai email. Saran ini didasarkan pada berapa banyak email yang kamu dapatkan dari pengirim dan apakah kamu benar-benar membaca email tersebut. dengan fitur itu juga dapat mengurangi beban yang begitu banyak namun tidak pernah kamu baca.

Tampilan

Kesan awal adalah "Begitu berwarna tapi tetap Bersih". Terdapat menu disebelah kiri tombol untuk membuat pesan baru dibuat dengan Rounded dan tidak lupa ada kesan Material desain disana yang menjadi ciri khas dan tren desain google saat ini.

Pilihan Kotak masuk, berbintang, dll pun dibuat Rounded dibagian sisinya. Ketika kamu mengarahkan mouse kesana maka akan berubah menjadi warna merah khas Gmail.


Kesimpulan

Secara keseluruhan, Tampilan dan Fungsi baru yang dihadirkan oleh Gmail sangatlah baik karena kita ketahui Gmail adalah salah satu produk Google yang kita tahu setiap saat akan selalu berubah. Sebagai catatan kita bisa sejenak mengesampingkan dari sisi tampilan dan fitur sebenarnya layout masih sama saja dengan yang sebelumnya walau ada beberapa penambahan bar untuk task dan calender. Walau begitu, aku rasa bagi orang yang suka desain akan sangat ditunggu Gmail melalukan Gebrakan yang radikal dari layout desain mereka. begitu sangat menarik jika kita ingat desain logo premier league yang sangat berani dan radikal untuk keluar bebas.

Aku sangat suka, namun masih merasa belum kuat.

Baiklah sahabat kades, apakah pembahasan kali in bermanfaat? Silahkan kalian share dan berikan komentar kalian tentang tampilan baru Gmail ini.

Terima kasih dan Sampai Jumpa!

Haruskah Seorang Desainer Grafis Bisa Menggambar?

Halo Sahabat kades apa kabarnya hari ini? Semoga saja tetap semangat ya hehe

Hari ini aku ingin berbagi pendapat tentang sebenarnya seorang desainer grafis itu diharuskan bisa menggambar atau tidak?.

Tentu, sahabat kades disini ada yang sudah masuk, baru mau masuk, atau baru tau tentang desain grafis tapi masih bertanya-tanya juga soal gambar-menggambar.

Dalam kesempatan kali ini aku sangat ingin sekali kita untuk membuka pikiran yaa (Open Minded) agar pendapatku ini juga bisa diterima dan kalian renungkan. Intinya yaa hasil akhir tertuju ke masing-masing dari kita.

Nah, kalo bicara soal apakah harus seorang desainer grafis bisa menggambar?


Photo by 
Peng Li on Unsplash

Aku akan membahasnya pelan-pelan biar ga terjadi kesalahpahaman diantara kita haha. Terutama bagi sahabat kades yang mungkin saja akan mau masuk dunia desain grafis dan masih bingung karena tidak memiliki kemampuan dalam menggambar.

Sebelum aku menjawab, tentu sebagai seorang desainer grafis kita harus mampu membaca detail, membaca visual, dan melihat berbagai sudut pandang yang berbeda dari kebanyakan orang lihat yang tentu saja orang begitu menyukai kemampuan kita dan butuh tapi sayangnya apresiasi yang tidak seimbang.

Namun, yang menjadi masalah adalah kita (desainer grafis) bukanlah robot yang memiliki berbagai kemampuan tanpa batas yang bisa dimasukkan segala hal. dan tentu saja kita bukanlah desainer senior yang dalam hitungan detik mampu membuat sebuah desain.

Mari kita lihat pengertiannya, Desain Grafis adalah sebuah Komunikasi visual untuk menyampaikan sebuah informasi efktif dan Efisien dengan menggunakan gambar, text, dan berbagai elemen visual lainnya dengan tujuan Komersil.

itu pengertian yang tentu berdasarkan pendapatku selama menggeluti dunia desain grafis dan menjadi mahasiswa DKV.

Nah, jika kita melihat dari pengertiannya saja apakah ada penyataan tentang "Desain Grafis itu harus bisa gambar" tentu saja tidak kan?

Menjadi seorang desainer grafis itu bukan tentang seberapa baik kamu menggambar tapi seberapa baik kamu melihat karena ini adalah tentang visual bukan? dengan banyak melihat kita akan bisa menjadi seorang desainer grafis yang efektif dan efisien.

Desainer grafis yang fundamental tentu memiliki keahlian dalam hal pemahaman kecerdasan spasial yang dalam membayangkan bangun ruang, Warna, garis, titik, dan hal-hal fundamental (dasar) dengan baik.

Aku secara pribadi, bukan orang yang dapat dibilang bisa menggambar. tapi apakah aku hanya berkata "tidak bisa"?

Jika ditanya seorang desainer grafis haruskah bisa menggambar, jawabannya sangatlah mudah dari pembahasanku diatas. Yaitu, Harus aku ulangi 'HARUS"

Kenapa aku berani bilang "Harus"? karena, jika kamu ingin menjadi desainer grafis kamu harus bisa menggambar untuk dapat menyalurkan ide-ide. karena kita tidak bisa kan selalu didepan laptop atau komputer dan alat-alat elektronik lainnya.

Nah, jika aku memberikan nilai untuk diriku sendiri. maka aku akan memberikan nilai menggambarku 4 dari 10. Lihat? tidak sampai setengah, tapi apakah 4 akan selalu menjadi 4 setiap saat?

Aku ingat dulu hanya menjadi seorang yang 0 tanpa kemampuan menggambar, dan hanya mengandalkan kemampuan software, dan pada akhirnya aku menemukan titik aku tidak dapat bergerak sama sekali karena ketergantungan terhadap suatu hal.

Tapi, apakah "WAJIB"?

Aku akan menjawab "Harus: tapi tidak "Wajib" alasannya sangat mendasar dan tentu kalian sudah bisa memahami maksudnya.

Baiklah sahabat kades, mungkin segitu dulu pembahasanku tentang hal ini. mungkin disini masih banyak yang harus aku jelaskan inshallah dikesempatan berikutnya akan aku bahas lagi.

Silahkan kalian share dan juga komen berikan pendapat kalian tentang hal ini.

Terima kasih dan Sampai Jumpa

Kim So-Hyun Cartoon Vector

Halo Sahabat kades yang luar biasa yaa hahaha

Hari ini aku akan posting karya yaa, Mungkin kebanyakan dari Sahabat kades sudah melihat karya yang satu ini, karena sudah aku pos di Facebook dan Medsosku yang lainnya. Jangan lupa Follow IGku yaa @khoirilamri

Karena aku laki-laki yaa (ya iyalah), maka aku lebih suka vektorin perempuan atau cewek. Kenapa? Yaa udah aku jelaskan dibaris pertama hahaha.

Artis yang menjadi Model vektorku ini bernama Kim So-Hyun. Kalo kalian suka drama korea dijamin deh bakal tau sama si neng ini kkkk.

Tapi, Kalo aku hanya berbagi karya kayaknya bakal kurang mantap yaa. Oleh karena itu, aku juga akan berbagi informasi tentang si neng Kim So-Hyun.

Kim So-hyun lahir 4 Juni 1999 (Muda Sekali Menurutku haha) adalah aktris, pembawa acara, dan model asal Korea Selatan.

Neng So-Hyun memulai kariernya dari aktris cilik ketika berusia tujuh tahun, dan mulai Tenar pada tahun 2012 ketika ia memerankan calon ratu muda yang jahat dalam drama Moon Embracing the Sun, dan seorang gadis yang jatuh kedalam tragedi dalam melodrama tahun 2013 Missing You.

Karya lainnya yang terkenal termasuk komedi hitam The Suspicious Housekeeper (2013), thriller misteri Reset (2014), drama remaja Who Are You: School 2015 dan Hey Ghost, Let's Fight (2016).
(Sumber : Wikipedia)

Nah begitulah kurang lebih cerita singkat tentang Neng So-Hyun. Kalo kalian mau tau lebih banyak lagi tentang si Neng So-Hyun. Monggo deh cari sendiri hahaha (plak).

Baiklah Setelah banyak mengoceh ria, Aku akan langsung berbagi ke kalian bagaimana hasilnya yaa. Inshalaah bisa menjadi bahan referensi kalian (Aamiin)


Gimana sahabat kades? Aku sih sebenarnya mau bikin tutorialnya langsung sama ada suaranya. Tapi, Si Laptop sedang ngambek hahaha. Jadi belum bisa kasih tutorial. Doain aja yaa semoga aku bisa cepat dapet Laptop baru (Aamiin)

Baiklah sahabat kades, Terima kasih dan Sampai Jumpa

Kenapa Semua orang merasa bisa desain?

Apa kabar sahabat kades yang super sekali hehehe :D. Di hari nan indah ini aku akan berbagi sebuah artikel lagi (dan lagi) tentang "Kenapa semua orang merasa bisa desain?".


Jika kita lihat fakta lapangan, memang begitulah apa adanya, Setiap orang merasa mampu dan bisa dalam mendesain. Karena begitu banyak pespektif miring tentang desain dan mendesain. Dan, tentu cukup mengganggu profesi desainer itu sendiri.

Banyak sekali orang-orang yang memiliki pemahaman yang sedikitnya keliru karena menganggap desainer grafis adalah orang yang bisa pake software grafis. Namun, tidak pernah memperhatikan dari segi estetika, dan penyampaian informasi yang sesuai, serta membuat konsep dan ide.

Jika kita bandingkan apabila orang yang memang memiliki kopentensi dibidang ini dengan yang tidak, Maka sudah terlihat jelas bagaimana hasilnya nanti.

Oya, Aku kan orangnya suka yang namanya celingak-celinguk (lihat kiri-kanan) cuma untuk melihat banner, spanduk, logo, dan produk desain lainnya. karena banyak sekali sudah yang namanya produk desain itu sendiri disekitar kita.

Jika desainnya mirip atau tidak unik aku tidak terlalu mempermasalahkannya. Namun aku sering geram dengan desain yang tidak ada sama sekali maksudnya dan lebih parah lagi tidak bisa dibaca. :3. itukan namanya bikin hati sesak, mata merah, dan bibir membiru (hahahha).

Kembali ke topik!!

Contoh Masalah
"Fontnya ganti aja jadi yang lebih decorative"
"Pewarnaannya masih kurang tepat nih, coba kasih elemen lain."
"Bingkainya dibikin melengkung-lengkung bagus nih"



Dan masih banyak lagi ungkapan pendapat yang sering didapat oleh seorang desainer grafis. Tidak sedikit yang sampai ngotot dan merasa karya kita terlalu basi, telalu sederhana, dan terlalu menghabiskan banyak dana.

Sayangnya, komentar-komentar yang datang kadang berasal dari orang yang awam tentang dunia desain. Kenapa? karena mereka merasa bisa desain.

Padahal yang sudah aku jelaskan diatas, desain itu bukan hanya membicarakan tentang bagus dan jelek saja, desain juga membicarakan tentang konsep, ide, dan penyampaian informasi secara visual di khalayak publik.

Cara Mengatasi
Nah, setelah sering mengalami hal-hal diatas. Bagaimana mengatasinya?



Tentu, kita tidak selau melulu untuk menyalahkan orang-orang awam tentang desain. melainkan seharusnya kita sendiri yang harus mengkampanyekan hal-hal tentang desain. Kenpa?

Karena, seseorang cenderung tidak terlalu memperdulikan sesuautu yang tidak mereka ketahui. Maka tugas desainer grafis adalah memberikan penjelasan dan pemahaman kepada klien atau pun seseorang tentang desain itu sendiri.

Kadang kalian mungkin bertemu dengan klien egois yang mau sesuai keinginan personalnya dan tidak mau mendengerkan saran dari desainernya. dan menurutku jika bertemu dengan kasus ini, yaa nurut saja dan berikan hasil sesuai dengan keinginannya.

 Lagi-lagi nantinya klien bakal merasa rugi karena terkadang perspektif personal seseorang belum tentu baik untuk perspektif orang lain.

Bagaimana sahabat kades? Yuk berikan komentar kamu di kolom komentar hahahah :D

Terima kasih dan Sampai Jumpa

Filosofi Logo Vektor Kades (Baru)

Hai-hai, Apa kabar sahabat kades? Hari ini aku akan berbagi sedikit review dan pembahasan tentang logo yang aku gunakan sejak 2015 lalu hingga sekarang (y), Yang insyallah bakal aku pakai untuk waktu yang lama.

Video kiriman Mas Kades (@khoirilamri) pada

Sebelum aku review, baiknya aku ceritakan dulu yaa kenapa bisa-bisanya aku ganti logo untuk kesekian kalinya (:v).


Jadi, ceritanya begini (Flashback).

Waktu itu aku diberikan tugas oleh dosen untuk membuat sebuah logo pribadi, yang bakal dijadikan bahan untuk ujian. Karena kau sudah punya logo pribadi sendiri waktu itu, jadi yaa aku santai saja hahaha (Plak).

Tibalah waktu revisi pertama. Semua teman-teman mulai mengumpulkan dan menunjukkan hasil karya logo mereka, dan tibalah waktuku juga untuk show (Plak). Mau tau apa kata dosenku?

Dia bilang mirip seperti logonya Corel Draw, Waah aku sontak terkejut. Software yang sering aku gunakan malah tanpa aku sadari ternyata mirip sama logo sendiri :v (Konyol sekali).

Inilah logonya, Bagaimana menurut kalian? yang sebelumnya memang sudah aku review. Bisa kalian lihat disini Memang terlihat seperi mirip-mirip sedikit :'V


Setelah berhari-hari memikirkan dan sampe tidak bisa tidur (Lebay sekali mas hahaha). Aku pun mulai memikirkan sebuah logo yang lebih segar. dan mungkin aku sudah harus mulai melupakan bayangan logo lama yang menggunakan pensil sebagai objek utama.

Akhirnya setelah berhari-hari aku revisi. Maka jadilah logo baru yang bakal aku jelaskan filosofinya. Mari disimak!!


Sekilas, Tidak terlalu banyak perubahan memang. Untuk penggunaan Font masih tetap aku gunakan font yang kuat dan tebal Yaitu Gill Sans Ultra Bold yang ingin aku buat sebagai font identitas dari Vektor Kades hehehe :D.

Sesuai yang aku bayangkan diatas, aku ingin menghilangkan pensil sebagai objek utama logo. Alasannya adalah sudah terlalu sering aku melihat logo yang menggunakan pensil. Terutama lagi bisnis atau freelance bidang desain.

Jadi, agar stand out hahaha :D. Aku menggunakan huruf "O" pada font Gill Sans Ultra Bold yang aku mainkan sehingga membentuk mata.

#Kontra
Banyak sekali teman-teman yang bilang, logonya kok mata satu sih?, kamu iluminati ya?, kamu pemuja setan yaa? dan lebih ekstrim lagi!!

Kamu dajjal yaa?.

Aku hampir-hampir merinding melihat ungkapan yang terakhir hahaha xD. Kalo menurut pemahamanku. adalah perkara yang keliru menganggap kalo logoku ini ada unsur-unsur iluminati atau yang lainnya.

Karena disini, aku memiliki filosofi sendiri. Jadi, Tolong yaa teman-temans hahaha :D

#Kembali Lagi
Akhirnya aku akan membahas filosofinya. Mari disimak!!



Makna Logo
- Logo berbentuk mata yang berarti Visual. Maka Vektor Kades bergerak dibidang Visual atau   desain grafis serta melambangkan kreativitas.
- Mata juga berarti fokus dan kerja keras.
- Titik kecil pada logo bermakna tahi lalat yang ada pada wajah owner vektor kades
yaitu Khoiril Amri
- Logo terbelah menjadi dua bermakna vektor kades dibentuk pada tanggal 2 agustus 2012
- Warna Coklat bermakna keahlian dan Kualitas yang dimiliki oleh vektor kades
- Warna Red Valencia bermakna menyenangkan, dan kenyamanan di Vektor kades
- Menggunakan Font Gill Sans Ultra Bold menandakan kekuatan dan Solidaritas
- Font yang saling bersentuhan bermakna konektivitas dan Kerja sama tim.

Wiiiih, Bagaimana sahabat kades?. Oya Artikel ini juga terinspirasi dari salah satu teman di Grup Indonesian Logo Designer karena dia bertanya tentang filosofi logoku hehehe. Terima kasih yak :v

Baiklah seperti biasa, Terima kasih dan Sampai Jumpa!! :D

Desainer Grafis dalam Kehidupan Kita

Apa kabar sahabat kades?. Alhamdulillah sudah mau hampir akhir tahun, dan masih diberikan kesempatan untuk berbagi tips maupun tutorial di blognya mas kades yang tercinta ini. hahahah :D

Artikel kali ini akan memberikan sedikit tamparan (eh) bagi kita yang ingin mengetahui sebenarnya dan sesungguhnya peran dari Desain Grafis dalam kehidupan kita yang fana ini (ea).

Mari lihat koran, majalah, billboard, poster, spanduk, logo, dll. Kesemua ini adalah produk dari desain, Bahkan barang yang ada disekitar kita seperti, Laptop, Meja, Dinding, dll. Lagi-lagi adalah sebuah produk desain bukan?. dan ditambah lagi Kantor, kamar, dll. Desain begitu memegang peran penting bukan?

Tanpa disadari, bahwa desain begitu sangat melekat di dalam kehidupan kita. Di alam bawah sadar kita pun tidak akan dapat menafikkan bahwa desain yang baik dan bagus akan lebih sering ada di dekat kita, begitu pun sebaliknya.

Namun, ada hal yang kadang menjadi terlupakan dalam sebuah desain. yaitu "Proses". Tentu dengan proses yang baik dan juga maksimal, akan menghasilkan desain yang baik pula. Tapi, aku juga sering mendengar bahwa ada beberapa desainer grafis yang tenar bin populer, Menciptakan sebuah desain dalam beberapa menit bahkan hitungan detik (waah gila).

Kasus yang aku jelaskan diatas tentu bukan berarti hasilnya tidaklah menarik dan bagus. Namun, kita musti lebih menilik (melihat) lebih dalam bagaimana proses pengalaman mereka selama ini. Karena guru yang baik itu adalah pengalaman sendiri toh?

Nah, Maksud dari beberapa menit atau detik tadi adalah karena mereka sudah memiliki pengalaman. dan tentu karena kebiasaan kreatif dan dunianya pun kreatif, maka tidak dapat dipungkiri bukan :D

Berikut contoh karya desain yang menurutku begitu menarik sekali



Bagaimana? Menarik bukan?

Sebuah karya desain yang begitu kreatif  tentunya sangat melekat dan memberikan sebuah pesan yang lebih mendalam dari yang kita duga sebelumnya.

Desainer grafis sendiri memang memiliki peran yang penting dalam sebuah pemasaran, atau hanya untuk sekedar unjuk gigi memberikan pesan kepada masyarakat luas. Namun, pada dasarnya desainer grafis memiliki fungsi untuk mengkomunikasi suatu pesan dalam bentuk visual.

Memang sebuah tugas yang tidak mudah bagi pelaku desain grafis. Namun, seperti yang aku jelaskan pengalaman dan kerja keras pasti akan terbayar dengan hasil yang didapatkan.

Baiklah, silahkan share ke teman-teman se-indonesia kalian.

Terima kasih dan Sampai Jumpa :D :D

Membicarakan tentang Time Travel dan Time Paradox

Apa kabar sahabat kades? Tentu dalam kondisi yang sedang dingin-dinginnya, karena sekarang sedang musim hujan yaa ahhaha :D :D. Bagaimana pun cuaca maupun kondisi yang kita alami, ada baiknya untuk selalu bersabar dan memetik hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi (Ea).



Nah, Kenapa aku sedikit bijak pada pembukaan diatas. Karena kali ini mas kades akan beroceh-oceh ria tentang Paradox dan Perjalanan waktu. Bagi kalian yang suka dengan film maupun cerita yang bertemakan sci-fi perjalanan waktu, ada baiknya mungkin kalian harus membaca pembahasan mas kades kali ini. :D :D

Dan, satu lagi bagi kalian yang tidak terlalu suka. mungkin lebih baik untuk tutup aja browsernya hahaha :D.

"Loh kenapa bahas yang beginian mas?". Gini loh, Aku kan orangnya suka cepat bosan yaa. Makannya dari pada aku bosan bahas desain, dan kalian juga mungkin bosan, ada baiknya aku membahas hal yang berbeda dari biasanya. yaa!! agar tidak bosan tentunya.

Lalu, Apakah bisa kita melakukan perjalanan waktu? Seperti pergi kemasa lalu, atau ke masa depan yang belum pernah kita ketahui?.

Bila kalian menyimak film seri "Back to The Future" 1, 2, dan 3. Maka kalian bisa aku katakan akan sedikit terpengaruh dan terbawa suasana petualangan marty mcfly bersama doc brown hahahaha. Yang belum nonton silahkan deh ahahah.

Ada banyak film yang di produksi bertemakan Perjalanan waktu, Seperti : Terminator, The Time Mechine, dll. Kalian bisa cari langsung di Google yaaa.

Menurut berbagai pendapat ilmuan fisika, kemungkinan untuk adanya perjalanan waktu sangatlah besar. Namun, kendalanya adalah kita harus membuat sebuah mesin yang memiliki kecepatan lebih dari kecepatan cahaya. Bisa dibayangkan kecepatan cahaya gimana kan?.

"Aku belum pernah nonton film-film begituan mas?". Kalo begitu kalian pasti tau yaa film serial Doreaemon, dan yang terbaru versi 3D "Stand by Me". Film yang menjadi teman dimasa kecilnya mas kades ini (Mungkin kalian juga ahhaha), menjadi tontonan yang begitu wajib ditonton setiap hari minggu (Hayooo?).

Tapi, Setelah di lihat-lihat!! ternyata film seri maupun versi bioskopnya syarat dengan yang namanya perjalanan waktu. yang tentunya membuat anak-anak begitu menyukainya ahhahaha. (termasuk aku juga).

Lalu, apakah kalian berpikir bahwa perjalanan waktu itu bisa dilakukan?. Lagi-lagi jawabannya kita akan tunggu hehehehe.

Time Paradox?

Apa itu Time paradox?. Perngertiannya begini

"Adalah suatu hal dimana keadaan pada suatu tempat menjadi berubah dari sebelumnya, karena adanya perjalanan waktu yang dilakukan seseorang ke masa lalu. yang berakibat pada masa sekarang atau masa depan"

"Masih kurang ngerti mas?"

Mari aku berikan contonya ke kalian yaa!!

Kamu pergi ke tahun dimana ayah dan ibu kamu jatuh cinta, kemudian kamu membunuh ayahmu untuk menikah dengan ibumu. Lalu, apa yang akan terjadi dengan kamu di masa depan?. Mungkinkah kamu menikahi ibumu sendiri sedangkan kamu sendiri belum lahir. jadi siapa yang menikahi ibumu jika ayahmu tidak menikahi ibumu? (Cukup membingungkan memang).


Awalnya memang sangat membingungkan, tapi setelah dipikir-pikir. Ternyata perjalanan waktu kemungkinanannya sangat kecil dikarenakan Time Paradox tadi.

Atau sebagai contohnya, seri Doraemon "Stand by Me". Sewashi adalah cicitnya Nobita yang mengirimkan sebuah robot bernama doraemon untuk membantu nobita memperbaiki kehidupannya, sehingga nobita bisa menikah dengan shizuka.

yang pada kebenarannya menikah dengan Jaiko (Adik Giant). Lalu, muncul pertanyaan di dalam pikirannya mas kades. Jika memang masa depa berubah dan Nobita menikah dengan Shizuka, tentu Sewashi tidak akan lahir bukan?. Lalu pengiriman doraemon ke masa lalu tidak akan terjadi, dan pastinya masa depan tidak akan berubah. dan tetap seperti itu.

Begitu pendapat yang sangat kuat mengenai perjalanan waktu itu, cukup sulit untuk dilakukan. karena sebenarnya akan berbalik berputar-putar di tempat yang sama.

Bagaimana sahabat kades? apakah kalian bingung? ahahhaa (Sama diawalnya).

Bagi kalian yang penasaran tentang perjalanan waktu ini. ada baiknya nonton dulu film "Back to The Future" ke-3 Serinya.

"Ini bahas apa sih mas?" (Keterlaluan sekali yaa, silahkan baca dari awal hahahaha).

Baiklah dari pada kalian pusing dan males, aku langsung tutup saja.

Jika kalian ada pengalaman nonton atau baca genre perjalanan waktu, mari berkomentar yaaa :D :D.

Terima kasih dan Sampai Jumpa :D

Let's work together !

I am available for freelance projects.
Hire Me Download C.V

Contact Us

Phone :

+6282280263852

Address :

Tanjung api-api,
Sukarami, Palembang, Indonesia

Email :

Khoiril2amri@gmail.com