Sunday, November 13, 2016

Bagaimana Berhenti Bekerja Gratisan dan Selalu dibayar?

Halo sahabat kades yang super hehe.

Hari ini aku akan berbagi tips lagi nih soal dunia desain dan freelance laa, karena hingga saat ini aku masih berprofesi sebagai mahasiswa dan freelance. dan bisa dibilang banyak sekali hal-hal yang aku dapatkan mulai dari cara-cara menyakinkan klien, mendapatkan klien, dan hal-hal menarik lainnya yang mungkin tidak bisa aku jelaskan banyak disini yaa hahaha.


Jadi, hari ini aku ingin berbagi ilmu tentang "Bagaimana berhenti bekerja gratisan dan Selalu dibayar?".

Waaaahh dari judulnya saja sudah membuat kita tergiur yaa hahaha. Siapa yang tidak mau selalu dibayar untuk setiap pekerjaannya apalagi dunia desain yang selalu dituntut untuk membuat ide-ide kreatif dan punya fungsi juga.

Memang ada beberapa faktor yang membuat pekerjaan freelance desain grafis itu gratis bisa terjadi, bisa saja dikarenakan mereka dianggap bekerja sendiri jadi tidak perlu banyak uang, karena biaya yang sudah ditetapkan maka klien pun menganggap bahwa harga yang ditetapkan sudah termasuk semuanya termasuk revisi yang unlimited dan hal-hal lucu lainnya.

Namun apapun alasan seorang freelance desain grafis untuk dibayar jika dia sendiri pun tidak memiliki nilai jual, apakah pantas juga klien untuk membayar mereka dengan harga yang tinggi?

Nah, ini yang juga menjadi permasalahan. Oleh karena itu, freelance desain grafis pun harus memperbaiki dirinya juga jika ingin dibayar dan selalu dibayar.

Baiklah, mari kita mulai tips yang pertama yaa hahaha

1. Jadilah Detektif



"Apa-apaan ini mas?"

Jadi, sebelum kita menerima ataupun bertemu dengan klien yang akan membayar ini, ada baiknya untuk kita mencari tahu tentang mereka. dengan begitu kita akan tahu bagaimana klien ini, apakah mereka pernah memperkejakan freelance lain, apakah mereka bisa dipercaya, dan hal-hal yang penting menurut kita untuk dikumpulkan.

"Bagaimana jika klien itu perorangan?"

Yaa sama saja, kita perlu untuk mencari tahu soal klien ini, bagaimana pun dengan informasi yang kita dapat ini, kita dapat menganalisis apakah klien ini membayar atau tidak, apakah kemungkinan besar mereka akan kembali lagi (tapi tergantung juga dengan pelayanan kita yaa).

2. Jelaskan Proses segera mungkin


Mungkin memang akan membuat klien malas dan bosan dengan ocehan kita ketika pertemuan pertama soal proyek yang akan dikerjakan. Namun, hal ini efektif jika kita memang ingin membangun sebuah kepercayaan satu sama lain.

Tidak sulit untuk hal ini, kita bisa jelaskan bahwa hal ini akan bisa melindungi diri kita sendiri dan mereka juga. Tetapkan beberapa peraturan dan juga keuntungan untuk klien sehingga mereka pun meresa diuntungkan dan tidak menyesal dengan biaya yang nantinya kita tunjukkan kepada mereka.

Kemudian jika nantinya mereka setuju dengan harga yang telah ditetapkan oleh kita, maka ada baiknya juga menjelasakan beberapa kondisi-kondisi yang memungkinkan akan ada penambahan atau pengurangan harga apabila ada terjadi sesuatu.

Semuanya baik dilakukan diawal jika kita tidak mau gigit jari diakhir hehe.

3. Jelaskan ketentuan Pembayaran


Berikutnya adalah bagaimana proses pembayaran, caranya pembayaran bagaimana, dan hal-hal yang menyangkut ke pembayaran. Jangan takut dalam menentukan pembayaran dan bagaimana pembayarannya. Karena, dengan begitu bisa mengikat kedua belah pihak agar tidak ada yang merasa dirugikan.

dan selalu diingat, jangan berikan hasil akhir atau hasil yang telah selesai dengan baik tanpa mendapatkan pembayaran secara penuh. karena bukannya kita berpikir negatif, namun bisa saja klien hilang tanpa jejak. Jadi, perlu untuk kita tegas namun tetap bisa menguntungkan kedua belah pihak.

4. Lihat dan Tulis apa saja yang telah kita lakukan


Tidak peduli seberapa banyak atau sedikit apapun yang kita lakukan selama proyek, kita harus tulis dan lihat, tulisnya dengan rinci dan teliti sehingga nantinya bisa kita jadikan bahan presentasi kepada klien. Jika klien pun sudah melihat dan membaca proses apa saja yang kita lakukan mereka pun akan mengerti dengan sendiri.

5. Tahu kapan harus Berhenti


Jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan, kita berhak untuk melakukan pemberhentian proyek sesuai dengan perjanjian dari awal. Karena bisa saja ada hal-hal yang terjadi atau akan terjadi ketika proyek berjalan namun tidak sesuai dengan rencan dan kemungkinana akan merugikan.

langkah bijak adalah menghentikan proyek tersebut, apalagi jika proyek ini atau proyek sebelumnya dari klien yang sama belum dibayar sama sekali.

6. Percaya diri dan Katakan "Tidak"


Tidak perlu untuk membuat alasan-alasan yang aneh untuk menolak klien, cukup katakan kita tidak bisa menerima proyek mereka dikarenakan hal-hal yang memberatkan dari pihak kita. Bisa saja dengan kita menolak akan ada proyek lainnya yang lebih baik.

Kesimpulan

Maka, layaklah untuk kita sebagai freelance khususnya desain grafis untuk dapat melakukan berbagai hal-hal yang tegas sehingga klien dan kita pun bisa saling untung. Namun, perlu juga seperti yang aku jelasakan dari awal. kita haruslah punya nilai jual juga untuk dapat melakukan berbagai tips yang sudah aku berikan diatas. karena jika kita sendiri pun belum punya kualitas dan nilai jual yang baik klien pun juga tidak akan mudah percaya dengan kita.

Baiklah sahabat kades, tips kali ini apakah bermanfaat?

Silahkan share dan komen yaa. Terima kasih dan Sampai Jumpa

Adalah Seorang Blogger asal Palembang yang Suka Dunia Desain dan saat ini Sedang Masa Kuliah di Bidang Yang sama. Selain itu Aku juga Suka hal-hal yang bernuansa Korea.


EmoticonEmoticon